Berita

Foto/Net

Bisnis

DEN: Butuh Akselerasi Kerek Kapasitas EBT

Target 2016 Meleset
SENIN, 07 AGUSTUS 2017 | 09:50 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Anggota Dewan Energi Na­sional (DEN) Abadi Poernomo mengungkapkan, porsi energi baru terbarukan (EBT) hanya tercapai 7,7 persen akhir tahun 2016. Capaian tersebut lebih rendah dari target yang tetapkan sebesar 10,4 persen.

"Ini artinya ada gap sehingga untuk mencapainya harus ada akselerasi. Tidak mung­kin lagi (bisa tercapai) bila dilakukan dengan hal-hal yang biasa dilakukan," kata Abadi usai sidang DEN di Kemente­rian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta, pada akhir pekan.

Abadi menjelaskan, da­lam sidang terdapat beberapa masukan untuk meningkatkan porsi EBT. Salah satu saran yang tercetus adalah mengakselerasi penggunaan panel surya di semua sektor, baik di bangunan-bangunan milik pemerintah, swasta, maupun rumah tangga.


Selain itu, lanjut Abadi, ter­dapat pula permintaan agar pemerintah mengakselerasi penggunaan bahan bakar biodiesel B20.

Abadi menilai, peningkatan porsi EBT meleset dari target karena kondisi ekonomi yang yang sedang lesu. Oleh karena itu, pihaknya tidak mau secara membabi buta memaksakan penggunaan EBT di seluruh sektor. Karena, langkah tersebut beresiko menghambat investasi. Misalnya, ide agar setiap rumah mewah dengan harga di atas Rp 2 miliar harus pasang rooftop (panel surya). Jika dipaksakan, harga rumah tentu akan naik karena ada tambahan memasang panel surya. Sementara itu, saat ini investasi rumah lagi menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Meskipun capaian 2016 kurang memuaskan, Abadi me­negaskan, target porsi EBT mencapai 23 persen pada 2025 tidak akan diubah. Menurutnya, target 2025 sebesar 23 persen masih bisa dikejar.

"Nanti saat ekonomi kem­bali tumbuh, pemerintah akan menggenjot penggunaan EBT. Mudah-mudahan tahun depan ekonomi kita sudah tumbuh," jelasnya.

Anggota DEN Rinaldy Dalimi menambahkan kontribusi EBT bisa terkerek dengan rencana pemerintah mengembangkan mobil listrik. Dan, tren pemasangan panel surya di rumah.

"Dua sarana itu bisa berkem­bang karena teknologinya di­pandang terjangkau. Untuk tenaga surya, saat ini terdapat tren di negara-negara maju di mana panel surya sudah di­pasang di atap-atap gedung," ungkapnya.

Dia menilai, pemasangan panel surya berkembang karena tarifnya terbilang cukup kom­petitif. Dirinya mencontoh­kan satu perusahaan penyedia teknologi panel surya yang bisa menghemat tagihan listrik sebesar Rp 500 ribu per bulan, meski penggunaanya di awal harus merogoh Rp 45 juta demi biaya instalasinya. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya