Berita

Bisnis

Penurunan Daya Beli Masyarakat Hanya Di Sektor Kebutuhan Sekunder

SABTU, 05 AGUSTUS 2017 | 18:49 WIB | LAPORAN:

Wakil ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dalam koridor positif.

Menurutnya, data yang dimiliki pemerintah tidak menunjukkan adanya penurunan daya beli masyarakat.

Dalam catatan Bank Indonesia triwulan ke-II tahun ini pertumbuhan eknomi masih 5,1 persen. Hal tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan pertama 2017.


"Artinya apa, kita sebenarnya masih on the track, perjalanan ekonomi kita ini," ujar dia di Jakarta Pusat, Sabtu (5/8).

Lebih lanjut, Arif menambahkan, dari data BI, sepanjang triwulan ke-II, tingkat keyakinan konsumen maupun ekspektasi konsumen masih menunjukkan tran positif.
Masyarakat juga masih optimis terhadap ekspektasi ekonomi di masa mendatang.

"Kalau kita lihat sisi daya beli secara nasional, memang relatif tetap tumbuh," ujar Arif.

Namun demikian, Arif mengakui adanya penurunan daya beli masyarakat di beberapa sektor kebutuhan sekunder. Semisal, perawatan tubuh, pembelian shampo untuk perawatan dan kebutuhan lain yang tidak menjadi faktor utama kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, hal itu didasari prilaku konsumen yang mulai lebih rasional dalam memenuhi kebutuhan sekundernya. Selain itu, perkembangan teknologi informasi juga memberi pengaruh masyarakat untuk menahan gaya hidup moderen. Semisal, masyarakat sudah bisa memilih makanan yang lebih sehat, serta menjadikan diet sebagai life style, terutama di konsumen perkotaan.

"Prodak kebutuhan sekunder juga berkembang, jadi ada proses rasionalisasi menentukan pilihan. Kemudian masyarakat juga sudah pintar dalam mengatur perencanaan keuangan dengan baik,"pungkas Arif. [sam]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya