Berita

Tito Karnavian/net

Politik

Polri Rugi Jika Tito Diseret Ke Panggung Politik

SABTU, 05 AGUSTUS 2017 | 09:34 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Desakan agar Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian masuk dalam bursa calon wakil presiden 2019, untuk mendampingi Joko Widodo, bisa merugikan Polri.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan, mengatakan itu karena Tito saat ini masih aktif sebagai petinggi Polri dan rentan dibawa-bawa ke dunia politik. Apalagi, beberapa kali Tito sendiri menjelaskan tidak punya keinginan terlibat dalam dunia politik.

Edi sendiri memahami desakan dari sebagian masyarakat itu sebagai wujud apresiasi atas kinerja Tito dalam mengelola keamanan.


"Kita akui, sejak Tito jadi Kapolri, kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin baik. Kinerja Polri juga tambah profesional khususnya dalam menangani teror, narkoba dan kejahatan lainnya," ujarnya.

Hasil penelitian dan kajian Lemkapi menyebutkan bahwa ada banyak peningkatan kinerja kepolisian selama satu tahun pertama Tito menjabat . Anggaran Polri naik dalam tiga tahun terakhir, dari Rp 44 triliun menjadi Rp 84 triliun. Remunerasi anggota polri juga naik dari 30 persen menjadi 54 persen. Sedikitnya, tujuh Polda naik peringkat dari tipe B (bintang satu) ke tipe A (bintang dua).

"Pengelolaan keamanan mulai dari Pilkada serentak dan penanganan aksi demo di Jakarta dan kota besar lainnya juga bagus. Ini semua menunjukkkan kinerjanya cukup berhasil menjelang dua tahun masa kerjanya," kata dia.

Walau Tito diunggulkan, Edi mengingatkan lagi bahwa mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu sendiri yang menyatakan tidak tertarik masuk dalam dunia politik. Ia lebih tertarik menjadi seorang pengajar daripada menjadi politikus.

Ia berpandangan, sosok Tito saat ini sangat dibutuhkan oleh Polri untuk terus meningkatkam profesionalisme. Tito harus terus diberi kesempatan membawa Polri ke arah perubahan hingga masa dinasnya hampir selesai.

"Kita harapkan Pak Tito menyelesaikan tugasnya minimal sampai tahun 2020," kata mantan Anggota Kompolnas ini.

Ia juga juga berharap semua pihak menahan diri dan tidak membawa nama Tito Karnavian ke panggung politik. Hal ini untuk menjaga kesejukan internal Polri dan menjaga profesionalisme Polri jauh dari urusan politik. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya