Berita

Zainal Bintang/net

Hukum

Kadin Acung Jempol Untuk Polri

SABTU, 05 AGUSTUS 2017 | 08:18 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia memberi apresiasi tinggi kepada Polri karena telah mengambil langkah cepat dan tegas menahan Direktur Utama PT Indo Beras Unggul (IBU).
   
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Zainal Bintang, mengemukakan, pihaknya salut atas tindakan tegas Polri kepada "mafia beras" yang selama ini meresahkan dan merugikan petani dan konsumen.

"Ketegasan polisi tersebut sekaligus membantah citra negatif di kalangan masyarakat selama ini, bahwa pihak kepolisian gampang diatur cukong alias pengusaha modal kuat," ujar Bintang kepada redaksi.


Bulan lalu, Tim Satgas Pangan menggerebek gudang PT IBU yang diduga menimbun dan mamalsukan beras di Jalan Rengas Km 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, (Kamis malam, 20/7). Polisi langsung menahan TW (Trisnawan Widodo) selaku Direktur Utama PT IBU, usai menetapkan statusnya dari saksi menjadi tersangka pada Rabu (2/8) alias kurang dari dua minggu setelah penggerebekan.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa dua produk beras PT IBU, Ayam Jago dan Maknyus, tidak sesuai aturan Standar Nasional Indonesia (SNI). Polisi menjerat TW dengan Pasal 144 jo Pasal 100 (2) UU 18/2012 tentang Pangan. Tak hanya itu, polisi juga menjerat dengan Pasal 62 jo Pasal 8 ayat 1 huruf e,f,i dan atau Pasal 9 h UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Sejak penggerebekan gudang beras itu terberitakan, Bintang telah mewanti-wanti supaya pihak kepolisian segera memproses ke jalur hukum.  Kalau dibiarkan mengambang, ia khawatir kasus ini akan tenggelam dalam perdebatan tiada ujung di ranah media. Yang paling dikhawatirkan, kata wartawan senior itu, kasus ini akan digiring masuk dalam debat kusir di dunia medsos (media sosial).

"Penumpang gelap akan menunggangi kasus ini dengan menyalahkan pemerintah," jelasnya.

Bintang berharap tindakan tegas pemerintah, dalam hal ini Satgas Pangan, dapat ditingkatkan dan diperluas untuk memberantas mafia pangan. Mafia pangan selalu bermodal besar, memainkan pola kartel dengan menyiasati celah UU, tidak segan mengeruk keuntungan besar dengan merugikan petani dan rakyat secara keseluruhan.

"Mereka itu lebih tepat disebut sebagai anti Pancasila. Dan kami, pengurus Kadin, akan melawannya," tegas Bintang yang juga Ketua Tim Perkuatan Ekonomi Kerakyatan Indonesia. [ald]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Cinema XXI Bukukan Pendapatan Rp5,86 Triliun Sepanjang 2025

Jumat, 06 Maret 2026 | 12:13

Trump Ketahuan Bohong 30 Ribu Kali Selama Empat Tahun Berkuasa

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:59

Fandi Ramadan Divonis 5 Tahun, Komisi III DPR Akan Panggil Penyidik dan Jaksa

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:59

Youth Choice Award 2026: Sinyal Pergeseran Fokus Asuransi ke Generasi Muda

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun ke Rp3,02 Jutaan Hari Ini

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:46

Vonis 5 Tahun untuk ABK Fandi Disambut Lega Komisi III DPR

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:33

Komisaris TASPEN Pastikan Penyerahan THR Pensiunan Berjalan Baik

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:31

Pemprov DKI Buka Posko THR Jelang Idulfitri

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:30

Prabowo Tegaskan BoP Masih Jadi Ikhtiar Indonesia Dorong Perdamaian Palestina

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:23

Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Jabodetabek

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:21

Selengkapnya