Berita

Foto: Dok

Bisnis

Mogok Kerja SP JICT Bikin Warga Kesal

JUMAT, 04 AGUSTUS 2017 | 15:38 WIB | LAPORAN:

Aksi mogok kerja yang dilancarkan serikat pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT) yang telah dimulai kemarin (Kamis, 3/8) mendapat perhatian warga sekitar.

Hal itu ditunjukkan dengan munculnya beberapa spanduk yang bertebaran di seputaran pelabuhan JICT dan Pelindo II Tanjung Priok.

Salah satu spanduk berisi kekesalan warga sekitar pelabuhana adanya aksi mogok SP JICT.  Spanduk yang mengatasnamakan warga kecamatan Tanjung Priok dan kecamatan Koja, Jakarta Utara itu meminta agar pihak berwenang menindak tegas aksi mogok SP JICT karena dianggap mengganggu aktivitas ekonomi.


"Spanduk itu sudah ada sejak dini hari tadi. Ada beberapa orang yang memasang, namun saya tidak kenal," kata Edi, warga Lagoa, Kecamatan Koja, Jumat (4/8).

Ia pribadi tak keberatan dengan adanya spanduk-spanduk itu karena aksi SP JICT seringkali membuat kegiatan pelabuhan.

"Dikit-dikit demo, mogok, banyak warga cari nafkahnya di dalam terganggu, belum lagi macet dari demo mereka," tuturnya.

Hal senada dituturkan Teguh, warga kecamatan Cilincing.

"Saya setuju sama spanduk itu,  mereka itu karyawan JICT denger-denger kan upahnya sudah sangat tinggi, apalagi yang mau dicari, kalau serakah sih nggak ada habisnya. Saya buruh harian lepas yang cari nafkah disana gak suka terganggu gara-gara perilaku serakah itu,  upah kami harian pak, " ucapnya.

"Saya sulit cari kerja yang sesuai dan berpenghasilan besar, kalau memang mereka itu pekerja tak nyaman lagi bekerja di JICT saya siap gantikan, sudah mapan kok masih kurang," cetus Amar, warga Koja lulusan S1.[wid] 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya