Berita

Foto/Net

Bisnis

Pengusaha Logistik Ngaku Tekor Rp 200 Miliar/Hari

Buntut Mogok Pegawai JICT
JUMAT, 04 AGUSTUS 2017 | 10:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pengusaha mengeluhkan mogok kerja karyawan PT Jakarta International Container Terminal (JICT). Sebab, efeknya mengganggu kegiatan ekspor impor dan merugikan perusahaan logistik.

Ketua Asosiasi Logistik In­donesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mendesak pemerintah dan PTPelindo II (Persero) agar segera menyelesaikan masalah dengan pekerja JICT. Akibat permasalahan internal tersebut, justru pengusaha logistik yang harus menanggung rugi.

"Ini gara-gara masalah in­ternal perusahaan pemerintah, pengusaha yang dirugikan. Perlu segera diselesaikan masalah ini dan jangan sampai terulang lagi," ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.


Ia mengatakan, pengusaha harus menanggung rugi hingga ratusan miliar akibat mogoknya pekerja JICT. Apalagi, mogok para pekerja ini akan berlang­sung sampai Kamis, 10 Agus­tus 2017. "Iya, saya perkiraan per hari bisa sampai Rp 200 miliar lebih pengusaha rugi," ungkapnya.

Zaldy mengungkapkan, ter­ganggunya operasional logistik akan berdampak luas jika tetap dibiarkan. "Pasokan barang akan terganggu dan ancaman paling besarnya tentu pereko­nomian yang jadi tumbalnya," tuturnya.

Selain itu, kata Zaldy, mog­oknya pekerja JICT juga akan mengganggu iklim investasi di Indonesia. "Ini cara buruk yang mengganggu minat investor. Maka harus segera diselesai­kan," tegasnya.

Pernyataan tersebut diamini oleh Wakil Ketua Bidang Dis­tribusi dan Logistik Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Ap­trindo) Kyatmaja Lookman. Menurut dia, pengusaha truk harus menanggung kerugian Rp 60 miliar per pekan akibat lum­puhnya aktivitas pelabuhan jika demo jadi berlangsung selama seminggu.

Menurut dia, kerugian tersebut diakuinya akibat berkurangnya jumlah pengiriman barang. Jika sebelumnya ditaksir ada sekitar 15 trip dalam sebulan, maka dengan adanya aksi mogok akan kehilangan dua trip. "Nah, hasil hitungan kerugiannya dengan kehilangan dua trif itu mencapai Rp 60 miliar," jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya ber­harap agar JICT dapat segera me­nyelesaikan seluruh permasala­hannya dengan para pekerjanya, agar tidak menimbulkan keru­gian bagi pihak lain, termasuk pengusaha truk."Sebab, pengu­saha truk tidak membebankan biaya lebih pada konsumen kita," terangnya.

Ganggu Ekspor


Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan, akibat mogok ini kegiatan bongkar muat terganggu. Ujungnya, proses distribusi barang ekspor impor menjadi terhambat.

Benny menegaskan, harus ada langkah tegas yang diambil manajemen JICT untuk menye­lesaikan permasalah tersebut dengan segera. "Mogok meng­ganggu jalannya ekonomi," tegasnya.

Deputi V Bidang Koordi­nasi Perniagaan dan Industri Edy Putra Irawady mengatakan, aksi demo karyawan JICT terus terjadi berulang-ulang. Sebab, sebelum aksi mogok hari ini juga pernah jauh sebelumnya melakukan hal yang sama. "Bagi kami mengurusi masalah ekspor ini sangat disayangkan. Jangan sampai ekspor yang sudah begini tambah parah," jelas dia.

Edy berharap adanya langkah tegas dari pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan aksi mogok, seperti Kementerian BUMN, Kementerian Perhubun­gan, dan PT Pelindo II. Selain itu, Edy juga meminta adanya pemerataan peran pelabuhan untuk mengurangi risiko, dan hingga saat ini para pengusaha sudah mulai melakukannya.

Untuk diketahui, kemarin, para pekerja PT JICT melakukan mogok. Rencananya mogok akan dilakukan selama sepekan atau sampai Kamis 10 Agustus 2017.

Mereka mogok sebagai bentuk tuntutan dibayarkannya sejum­lah kesepakatan yang dilakukan antara direksi JICT dan para karyawan. Kesepakatan itu ada­lah pembayaran bonus tahunan hingga kesepakatan lainnya yang telah dibuat antara pihak direksi dan para karyawan

Untuk mengantisipasi gang­guan pelabuhan, sebagai solusi sementara, manajemen JICT akhirnya mengalihkan proses bongkar muat ke beberapa termi­nal peti kemas lainnya, antara lain New Priok Container Terminal 1 (NPCT1), Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), TPK Koja, dan International. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya