Berita

Foto:Dok

Hukum

Jamaah Umroh First Travel Tuntut Kepastian Tanggal Refund

JUMAT, 04 AGUSTUS 2017 | 09:58 WIB | LAPORAN:

Para calon jamaah umroh menuntut PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel segera memastikan tanggal pengembalian uang (refund).

Sebab, hingga kini biro perjalanan umroh milik Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan itu tak kunjung memberangkatkan para calon jamaah yang telah mendaftar.

"Kami meminta kepastian tanggal refund dari First Travel. Sebab selama ini kami hanya dijanjikan refund dilakukan 30 sampai 90 hari kerja setelah dokumen diterima kantor pusat First Travel," kata Abdul Malik, salah seorang jamaah umroh First Travel asal Jawa Tengah yang mendaftar di kantor cabang Kebon Jeruk, Jakarta Barat.


Menurutnya, pernyataan First Travel terkait refund tersebut ibarat harapan kosong. Sebab, para jamaah yang akhirnya memutuskan untuk membatalkan keberangkatan umroh hingga kini tidak mengetahui secara pasti kapan atau tanggal berapa uang yang sudah mereka setor ke kantor pusat bisa diterima kembali.

Proses refund juga tidak diketahui sudah sampai sejauh mana. Apalagi tidak ada informasi yang transparan dari kantor pusat First Travel dan para calon jamaah tidak diberikan akses untuk dapat ikut mengawasi proses refund tersebut.

Para jamaah pun sepakat membuat surat kuasa refund ditujukan ke kantor cabang atau agen di mana mereka mendaftar.

"Mengapa kami sepakat membuat surat kuasa tersebut? Sebab jika refund langsung ditunjukkan ke calon jamaah, maka kantor cabang tidak bisa ikut mengawasi siapa yang sudah menerima refund dan yang belum," katanya.

Sementara itu, kuasa hukum kantor cabang First Travel Kebon Jeruk Ignasius W Muja menegaskan, sudah melakukan somasi sebanyak tiga kali ke kantor pusat First Travel namun tak direspon.

"Kami yakin, agen maupun kantor cabang First Travel tidak diam saja atas hal ini dan tetap memperjuangkan hak para jamaah. Karena mereka semua ini juga jadi korban," katanya.

Menurutnya, First Travel pusat bisa dituntut secara perdata karena wanprestasi tidak memberangkatkan jamaah sesuai janji. Secara pidana juga bisa dituntut, karena telah meminta tambahan uang sebesar Rp 2,5 juta dari para jamaah dengan alasan untuk mencarter pesawat agar jamaah bisa segera berangkat umroh.

Namun pada kenyataannya, hingga saat ini para jamaah tak kunjung berangkat dan uang tambahan tersebut hingga kini tak juga dikembalikan. Padahal sebelumnya, pihak First Travel pusat berjanji untuk mengembalikan uang tambahan Rp 2,5 juta itu jika para jamaah gagal berangkat.[wid]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya