Berita

HNW/Net

Ada Yang Ingin Mengkotakkan-kotakkan, Seolah-olah Kalau Pro Islam Tidak Pro NKRI

JUMAT, 04 AGUSTUS 2017 | 06:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Ikatan Da'i Indonesia Kota Surabaya, Fathurahman menegaskan jangan pernah meragukan kecintaan umat Islam terhadap Negara Kesatuan Indonesia (NKRI).

Dalam sambutannya selaku ketua penyelenggara sosialisasi Empat Pilar MPR di Gedung Wanita Chandra Kencana, Jl. Kalibokor, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis malam (3/8), Ustadz Fathurahman sebagaimana ia akrab disapa mengungkapkan, umat Islam punya komitmen menjaga Empat Pilar.

"Cinta tanah air adalah fitrah kita dan kita berijtihad untuk menciptakan negara Indonesia yang baldatun toyyibatun wa rabbun gafur," katanya di hadapan 400 peserta sosialisasi Empat Pilar yang terdiri dari para da'i dan jamaah pengajian dari berbagai kecamatan di Kota Surabaya.


Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid membuka dan juga menjadi narasumber acara sosialisasi yang diselenggarakan oleh MPR bekerjasama dengan Ikadi Kota Surabaya ini. Narasumber lainnya adalah Sigit Sosiantomo, anggota MPR Fraksi PKS dapil Jawa Timur.

Hidayat menegaskan bahwa komitmen umat Islam untuk terus menjaga NKRI ini memang sudah fitrahnya umat Islam. Bahkan, di Surabaya terjadi peristiwa heroik melawan penjajah Belanda. Lalu dengan fafwanya KH. Hasyim Azhari yang dikenal dengan Resolusi Jihad, 22 Oktober 1945, yang kemudian menghadirkan peristiwa bersejarah 10 November.

"Jadi, memang fitrahnya umat Islam menjaga NKRI, menjaga kedaulatan Indonesia, dan kemerdekaan Indonesia," tegas Ketua MPR periode 1999-2004 ini.

Tapi, fitrah semacam ini, kata Hidayat, harus dipahami betul oleh umat Islam sehingga umat Islam tidak memusuhi Indonesia. Juga jangan sampai umat Islam dijadikan kambing hitam untuk dimusuhi, diadu domba, dan dikriminalisasi.

"Karena kalau bicara tentang NKRI, tentang Indonesia, di situ ada peran umat Islam yang sangat luar biasa," ujar Hidayat.

Oleh karena itu, Hidayat berharap, hendaknya betul-betul kembali pada prinsip negara hukum, tidak ada yang dikriminalisasi dan tidak ada yang melakukan tindakan yang tidak adil.

Hidayat menyatakan hal itu, karena ada yang ingin mengkotakkan-kotakkan, seolah-olah kalau pro Islam tidak pro NKRI atau kalau pro Islam, pro 212 seolah-olah membahayakan Pancasila. Menurutnya sangat mungkin mereka ini punya agenda yang tidak suka Indonesia maju, kuat, atau tidak suka kalau umat Islam bersama pemerintah. Mereka ingin terjadinya pelemahan, supaya Indonesia kembali terjajah.

Untuk itu, Hidayat mengingatkan jangan sampai terjebak pada skenario adu domba antara umat beragama dengan pemerintah, antara umat beragama dengan TNI, atau antara TNI dengan umat beragama.

"Maka perlu ditegaskan kembali bahwa citra umat Islam adalah menyepakati hadirnya Pancasila, menyepakati NKRI, dan menyelamatkan Proklamasi Indonesia dan fitrah ini penting dipahami umat Islam," pungkasnya. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya