Berita

DL Sitorus/net

Politik

DL Sitorus Wafat Di Kursi Pesawat Garuda

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 18:01 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tokoh pengusaha Sumatera Utara, Darianus Lungguk Sitorus atau yang dikenal dengan nama DL Sitorus, meninggal dunia pada Kamis siang (3/8).

Pria sepuh yang beberapa kali terjerat perkara hukum itu wafat saat berada di dalam pesawat yang akan membawanya menuju Kota Medan.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa DL Sitorus menghembuskan nafas terakhir di dalam pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA188. Pesawat itu akan membawanya dari Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten, menuju Bandara Kuana Namu Internasional di Deli Serdang Sumatera Utara. 


DL Sitorus mendapat kursi 8H pada pesawat yang dijadwalkan terbang sekitar pukul 13.35 WIB.

Almarhum merupakan pengusaha kebun sawit yang namanya sangat dikenal oleh masyarakat Sumut. Ia memiliki perkebunan sawit seluas 47 ribu hektar yang oleh Mahkamah Agung diputuskan berada di kawasan register 40 Padang Lawas, Sumut. Atas hal tersebut ia sempat divonis 8 tahun penjara dan denda 5 miliar sejak 31 Agustus 2005, dan bebas secara hukum pada 31 Mei 2009 setelah menjalani 4,5 tahun hukuman penjara.

Namun, almarhum kembali terjerat kasus hukum karena kasus suap. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan DL Sitorus sebagai tersangka kasus suap sejumlah Rp. 300 juta kepada Hakim PTUN Jakarta, bernama Ibrahim.

DL Sitorus dijatuhi vonis 5 tahun penjara dalam perkara sengketa tanah seluas 9,9 hektare di Cengkareng, antara PT SG miliknya melawan Pemprov DKI.

Di samping kontorversinya, sosok DL Sitorus dianggap sangat dermawan bagi sebagian warga Sumut, terutama di kawasan Toba Samosir.

Sejak lama sayap bisnisnya merasuk ke dunia pendidikan. Ia menjabat sebagai Ketua Yayasan Abdi Karya (YADIKA) dan mendirikan Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) di kawasan Jakarta Selatan.

Selain dikenal sebagai pebisnis kelapa sawit yang sukses, ia juga pernah masuk ke gelanggang politik dengan mendirikan Partai Peduli Rakyat Nasional pada 2006. Partai ini tidak lepas dari kemelut perpecahan. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya