Pemerintah didorong untuk mengembangkan kota industri. Hal ini untuk meningkatkan daya saing daerah di era persaingan global seperti sekarang ini.
Direktur Eksekutif Institute for Development of EconomÂics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengataÂkan, konsep kota industri harus dikembangkan secara terintegrasi dengan kawasan penunjangnya, seperti hunian, komersil, infrastruktur, konekÂtivitas dan fasilitas umumnya. Tenant-tenant yang ada di kota industri juga harus meningkatÂkan daya saing daerah.
"Contohnya seperti di MaÂlaysia yang mulai membentuk kota-kota baru dengan jenis industri dan infrastruktur penÂdukung yang memang sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah setempat," kata Enny di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, banyak negaÂra-negara lain telah mengemÂbangkan kota industri dengan pendekatan seperti itu. TerÂmasuk menggandeng akadeÂmisi dan universitas untuk memberikan pelatihan atau untuk bekerja sama mengemÂbangkan pusat inovasi dan riset.
"Misalnya, industri otomoÂtif yang menyediakan pusat pelatihan atau inovasi seperti laboratorium, sehingga bisa menciptakan riset yang sesuai dengan kebutuhan setempat," ujar Enny
Ke depan, pembangunan kota industri juga diharapkan mampu membantu kota-kota lain untuk berkembang dan bersaing secara global. Karena itu, pemerintah perlu mendorong pusat-pusat daerah yang kompetitif dengan meÂmaksimalkan potensi yang sesuai, contohnya berbasis teknologi, otomotif, perkeÂbunan, pertanian atau periÂkanan.
"Pemerintah juga harus menÂdukung melalui pembangunan infrastruktur pelabuhan untuk mengakomodir industri dan pabrikkan," katanya.
Menteri Perindustrian AirÂlangga Hartarto mengatakan, pembangunan kawasan inÂdustri tersebut perlu didukung oleh tersedianya infrastrukÂtur yang terintegrasi seperti jalan, pelabuhan, dan jalur kereta api. "Kami meyakini, terbangunnya kawasan inÂdustri yang terintegrasi bisa mendorong tercapainya peÂmerataan perekonomian," ujarnya.
Sebelumnya, Badan KoorÂdinasi Penanaman Modal (BKPM) sendiri tengah gencar menjajaki investor-investor yang memiliki komitmen dan visi yang searah dengan pemerintah, baik investor yang telah menjadi mitra InÂdonesia maupun investor baru. Misalnya, CFLD Indonesia yang merupakan perusahaan investasi global berbasis di Singapura yang berpengalaÂman mengembangkan kota industri. ***