Berita

Presiden Jokowi/Net

Bisnis

Jokowi: Pengelolaan Hutan Cuma Berorientasi Proyek

Ngaku Sudah Kantongi Nama Para Pemainnya
KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 10:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden Jokowi menyentil kinerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Bekas Walikota Surakarta tersebut memandang pengelolaan hutan masih monoton dan berorientasi proyek.

Jokowi menilai, selama ber­tahun-tahun, pengelolaan hutan di Indonesia tidak mengalami perubahan yang baik. Masih monoton dan berorientasi proyek. Menurutnya, pola kerja saat ini harus segera dievaluasi. Dia ingin ada terobosan baru. Pengelolaan hutan tidak hanya berorientasi bisnis semata, na­mun juga mengadung dimensi pelestarian lingkungan.

"Jangan lagi ada program-program atau rencana-rencana yang orientasinya proyek. Su­dahi itu, hentikan itu. Sudah terlalu lama kita bekerja dengan orientasi proyek," kata Jokowi di acara puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, kemarin.


Jokowi mengatakan, untuk mendapatkan terobosan tidak sulit. Karena, program bisa ditiru dari negara lain yang sukses melakukan pengelolaan hutan seperti Swedia dan Finlandia.

Dia menyebutkan pereko­nomian Finlandia 70 sampai 80 persen karena keberhasilan pengelolaan hutan.

"Nggak sulit, tinggal dikopi kemudian disesuaikan dengan hutan kita. Itu contoh saja," katanya.

Jokowi mengancam akan membuka pihak-pihak nakal yang bermain di sektor kehu­tanan, jika tidak ada perubahan pengelolaan hutan.

"Kita blak-blakan saja. Saya mau buka satu per satu nanti ramai. Saya sudah tahu," katanya.

Dia berharap, fungsi hutan dikelola sebagaimana mestinya sesuai aturan. Bila regulasi me­nyuruh hutan taman nasional dilindungi, maka harus dilindungi.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indo­nesia (APHI) Indroyono Soesilo menilai, kinerja Kementerian LHK sudah cukup baik. Terutama, dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan.

"Industri sudah berkomit­men dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menjaga supaya tidak terjadi kebakaran hutan. Dan, dalam dua tahun terakhir upaya mencegah kebakaran hutan menunjukkan kemajuan," kata Indroyono kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Selain itu, bekas Menteri Koordinator Bidang Kemariti­man ini menyebutkan Kemente­rian LHK juga memiliki program konservasi lahan.

Saat ditanya soal proyek ke­hutanan? Indroyono menjawab, kalau itu wilayah kewenangan pemerintah. "Kalau proyek (pengelolaan hutan-red) adanya di pemerintah bukan swasta," tegasnya.

Masih Benahi Birokrasi

Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya menilai, pidato Presiden sebagai ben­tuk pengarahan, bukan karena kecewa dengan kinerja kementeriannya.

"Di berbagai rapat kerja, Presiden sering mengingatkan birokrat agar jangan berorien­tasi proyek, harus berani out of the box, dan kerja harus fokus. Itu pengarahan intensif terus menerus," kata Siti.

Siti memandang positif pengarahan Presiden. Hanya saja, diakuinya tidak mudah melak­sanakannya. Karena, saat ini pihaknya masih dalam proses membenahi birokrasi. Menurut­nya, kinerja birokrasi struktural, sementara rakyat ingin kerja cepat. Oleh karena itu, pihaknya mencari jalan agar kinerja ke­menterian sebagai agen pelaksa­na perintah Presiden bisa bekerja sesuai yang diharapkan.

Dia mengungkapkan, di da­lam birokrasi ada rumus dalam menyelesaikan masalah. Jika masalahnya biasa, struktur bisa langsung menanganinya. Tapi, kalau complicated mengguna­kan tim kerja. Kalau kompleks banget tim kerja tambah keahlian. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya