Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Kasus Arief Poyuono Harus Diproses Untuk Demokrasi Yang Sehat

KAMIS, 03 AGUSTUS 2017 | 06:21 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selama ini, PDI Perjuangan dikenal sebagai partai kader dan partai rakyat. PDI Perjuangan selalu melakukan kerja-kerja politik di tingkat akar rumput.

Demikian disampaikan Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Mahmudin Muslim dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 3/8).

Menurut Mahmudin, apa yang dituduhkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono, merupakan cerminan partai politik yang tak mampu mengimbangi kerja politik PDI Perjuangan, lalu cara termudah untuk mengimbanginya adalah hanya dengan membuat stigma, seperti menyamakan dengan PKI.


"Ini menunjukkan mereka tak punya visi dan tak mau kerja untuk rakyat. Sebagai pimpinan partai politik, Poyuono harus belajar lagi tentang etika politik," kata Mahmudin.

Mahmudin mengingatkan, bila mau berkompetisi sesama partai politik maka yang dilakukan bekerja secara sungguh-sungguh untuk rakyat. Kerja-kerja nyata ini akan dinilai rakyat dalam menentukan pilihan.

"Jiha hanya menebar fitnah dan tuduhan-tuduhan tak berdasar, ini tidak elok untuk demokrasi kita. Ini langkah mundur konsolidasi demokrasi," tegas Mahmudin.

Mahmudin menambahkan bahwa salah satu tugas partai politik itu adalah melakukan pendidikan politik, bukan membuat fitnah.

"Maka kasus Arief Poyuono harus dibawa ke hukum agar demokrasi kita semakin maju dan sehat," demikian Mahmudin.​ [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya