Berita

Bisnis

Hindari 5 Kesalahan Kaum Milenial Dalam Mengatur Keuangan

SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 15:52 WIB

ADA 5 kesalahan cara mengatur keuangan yang dilakukan oleh kaum milenial.

Seperti yang kita ketahui, populasi kaum milenial sekarang ini semakin berkembang. Apabila Anda salah satu dari kaum milenial, hindari 5 kesalahan ini dalam cara mengatur keuangan Anda, agar Anda dapat menjadi kaum milenial yang sukses dalam mengatur keuangan Anda.

Siapakah Kaum Milenial?


Kaum milenial atau biasa juga disebut sebagai generasi Y merupakan mereka yang lahir di antara tahun 1980 sampai 2000. Kaum milenial adalah kaum yang dikenal sebagai kaum yang paling mudah belajar meskipun mereka sedikit pemalas, karena mereka dibesarkan di zaman yang memiliki kecanggihan teknologi seperti sekarang ini. Tumbuh di era yang memiliki fokus lebih kepada melindungi harga dirinya sendiri, kaum ini sering mengklaim bahwa diri mereka unik, khusus dan tidak ada orang yang seperti mereka.

Sebagian besar dari kaum milenial telah memasuki usia produktif. Mereka mempunyai pekerjaan, mendapatkan uang dan telah berdiri sendiri secara finansial. Tetapi justru kebanyakan dari kaum milenial tidak terlalu mengerti bagaimana cara mengatur keuangannya dengan baik. Ada 5 kesalahan yang sering dilakukan kaum milenial dalam cara mengatur keuangannya yang harus dihindari.

5 Kesalahan Kaum Milenial dalam Cara Mengatur Keuangan

#1 Tidak Melakukan Anggaran Bulanan Dengan Baik
Saat mendapatkan penghasilan, kaum milenial biasanya tidak melakukan perencanaan dan anggaran dengan baik. Akibat dari kurangnya perencanaan dan tidak adanya anggaran, maka yang sering terjadi adalah besar pasak daripada tiang, lebih besar pengeluaran daripada pemasukan. Penghasilan yang mereka dapatkan, mereka pakai untuk keinginan mereka.

Terkadang penghasilan tersebut hanya sampai dengan pertengahan bulan, sehingga mereka akan mulai berhemat pada akhir bulan (atau biasa disebut tanggal tua). Oleh karena itu, kaum milenial sangat sulit sekali untuk menabung karena tidak adanya alokasi tabungan. Kebanyakan dari mereka berpikir bahwa menabung akan dilakukan jika masih memiliki sisa uang setelah dipakai. Nyatanya penghasilan tersebut selalu habis terpakai.

#2 Memprioritaskan Gaya Hidup Daripada Menabung
Gaya hidup merupakan alasan utama kaum milenial, sehingga mereka akan lebih mementingkan membelanjakan uangnya untuk gaya hidup daripada harus menabung. Kaum milenial akan lebih memprioritaskan untuk ‘nongkrong’ di kafe hanya untuk menikmati kopi mahal bersama teman-teman atau hanya sekedar mencoba makanan baru di sebuah restoran agar tidak disebut ketinggalan zaman.

Banyak juga yang tergoda untuk membeli produk yang sedang banyak digunakan orang atau produk yang terbaru hanya agar dipandang oleh orang lain. Produk-produk seperti gadget, pakaian, sepatu, tas, dan produk lainnya yang sebenarnya tidak sesuai dengan kondisi keuangan mereka.

#3 Berutang Untuk Hal Konsumtif
Oleh karena gaya hidup merupakan alasan yang utama untuk kaum milenial, kebanyakan dari mereka mengikuti gaya hidup yang sebenarnya tidak sesuai dengan kondisi keuangan mereka. Hal ini mengakibatkan sebagian besar kaum milenial terbiasa untuk berutang. Mereka berutang untuk hal-hal yang konsumtif agar dapat mengikuti gaya hidup yang mereka atau lingkungan mereka inginkan.

Banyak dari kaum milenial ini yang menggunakan kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan mereka yang tidak dapat tercukupi oleh kondisi keuangan mereka, atau dengan kata lain berutang dengan menggunakan kartu kredit. Oleh karena itu, banyak pula yang terlilit utang kartu kredit.

Ada juga yang berutang hanya untuk membeli motor atau mobil tertentu atau gadget tertentu, untuk mengikuti trend yang ada. Cicilan merupakan hal yang paling disenangi kaum milenial ini. Padahal cicilan berarti mereka harus membayar utang dan bunga utangnya.

#4 Tidak Memikirkan Keamanan Keuangan
Kaum milenial kebanyakan tidak memikirkan pentingnya memiliki dana darurat dan asuransi. Mereka cenderung memikirkan bagaimana agar uang mereka dapat cepat berkembang dan cepat menjadi kaya, sehingga mereka mudah tergoda dengan investasi-investasi yang sangat berisiko bahkan termasuk investasi bodong yang sering ditawarkan di masyarakat.

Padahal seharusnya berinvestasi harus direncanakan dan tidak mudah tertipu dengan investasi bodong. Oleh karena itu, mereka cenderung menggunakan semua dana sisa mereka untuk hal yang dapat membuat mereka cepat kaya. Hasilnya, seringkali investasi mereka menjadi gagal. Oleh sebab itu, banyak juga dari kaum milenial yang menjadi takut dengan yang namanya investasi.

#5 Jarang Memikirkan Rencana Keuangan Jangka Panjang
Kaum milenial banyak yang sering menjalani hidup tanpa memikirkan perencanaan keuangan jangka panjang seperti dana hari tua atau dana masa depan lainnya. Mereka memiliki pemikiran ‘let it flow’ atau ‘YOLO (You Only Live Once)’ yang membuat mereka berpikir bahwa lebih baik mereka menikmati hidup sekarang ini daripada harus merencanakan masa depan mereka.

Padahal tanpa sadar, semakin bertambahnya usia, kebutuhan mereka akan semakin meningkat, ditambah lagi dengan adanya inflasi, tetapi produktivitas mereka justru akan semakin menurun. Jika perencanaan keuangan jangka panjang, seperti dana hari tua, tidak disiapkan dari sejak mereka muda, maka akan lebih sulit lagi untuk menyiapkannya nanti.

Atur Keuangan Anda Sebelum Uang Yang Mengatur Anda

Sebagai kaum milenial, ada lebih baik jika kita tidak melakukan kesalahan-kesalahan diatas. Akan jauh lebih bijaksana jika Anda mengatur keuangan Anda dengan baik dan benar. Sebagai kaum milenial, kita hidup di era teknologi dimana kita dapat belajar banyak hal melalui internet. Anda dapat belajar cara mengatur keuangan dengan lebih baik lagi, sehingga Anda memiliki keuangan yang lebih sehat. Karena jika Anda tidak mengatur keuangan Anda, maka uanglah yang akan mengatur Anda.

Gunakan aplikasi Finansialku atau Anda dapat download aplikasi Finansialku di Google Play Store. Aplikasi ini akan sangat membantu Anda dalam cara mengatur keuangan.

Jangan sampai Anda akan terus bekerja mengejar uang demi membayar utang-utang Anda dan menambah utang yang baru. Hal itu akan terus terjadi demikian sampai Anda sadar dan berusaha mengatur keuangan Anda. Oleh karena itu, hindari kesalahan kaum milenial dan atur keuangan Anda.

Ricky Susanto Joeng CFP

www.Finansialku.com

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya