Berita

Nusantara

Ramdan, Bocah Penderita Xeroderma Pigmentosum Butuh Bantuan Dermawan

SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 14:09 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ramdan (12) hanya terdiam di rumahnya Kampung Lapang  Rt 4 Rw 5 Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.

Sesekali matanya menatap kosong. Bahkan, dia terlihat malu menutup wajahnya dengan topi dan kacamata jika bertemu orang.

Sejak berusia 4 bulan, putra pasangan Didi Sutisna (42) dan Yati Solihati (40) itu sudah menderita Xeroderma Pigmentosum. Dari penelusuran redaksi diketahui bahwa itu adalah penyakit genetika atau kelainan bawaan pada kulit yang langka, dimana kulit sangat peka terhadap sinar matahari terutama terhadap sinar ultraungu.


Bercak di badan Ramdan menyebar di daerah wajah, leher, lengan dan tungkai. Bercak itu memang tidak menimbulkan rasa sakit atau gatal, tetapi jika terus terpapar sinar matahari maka menjadi masalah serius yaitu kanker kulit.

"Terdapat benjolan di telinga bahkan bernanah," kata Yulianti, guru sekolah PAUD yang tiap hari mengajar Ramdan di rumahnya, seperti diberitakan RMOL Jabar.

Yuli menuturkan, Ramdan menjalani pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Tetapi karena terbentur biaya perawatan maka Ramdan dibawa pulang dan sesekali menjalani terapi.

"Maklum, pekerjaan orangtuanya hanya sebagai koordinir sampah di lingkungan rumahnya dengan penghasilan Rp 550 ribu per bulan," lanjut Yuli.

Ramdan sudah menjalani bedah. Pertama, saat Ramdan berusia 4 tahun. Hingga tahun 2015, Ramdan menjalani operasi yang ke-9.

"Kondisinya memprihatinkan, sesekali menangis karena menahan sakit," ucap Yuli.

Ramdan yang selalu tampak bersedih hanya bisa mengurung diri di rumah lantaran sakit yang dideritanya. Ia merasa minder sehingga tidak mau bersekolah.

"Ya, gurunya yang mengajarkan Ramdan di rumah. Karena bila bergabung ikut sekolah dengan anak-anak yang lain dia (Ramdan) ketakutan," kata Yuli yang saat ini fokus mencari dana untuk pengobatan Ramdan.

Yuli mengakui bahwa Ramdan yang lahir dalam keluarga miskin sangat butuh bantuan para dermawan untuk menutupi biaya pengobatan juga kebutuhan hidupnya sehari-hari.

"Bantuan dari dermawan yang kami butuhkan saat ini," kata Yuli sembari mengusap air matanya. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya