Berita

Politik

Menko PMK: Tahun 2020 Anak-Anak Indonesia Terlindung Dari Campak Rubella

SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 13:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Indonesia termasuk wilayah endemik penyakit campak rubella (MR) yang mudah menular dan tumbuh menjadi wabah. Meski lebih sering menyerang bayi, balita dan anak-anak, virus campak rubella ini juga bisa menginfeksi orang dewasa dan berbahaya bagi ibu-ibu hamil.

Karena itu, pemerintah bertekad untuk mengendalikan dan mengeliminasi penyakit menular tersebut, melalui imunisasi secara luas. Targetnya adalah bayi, anak balita hingga remaja di bawah 15 tahun.

Demikian disampaikan Menteri Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, dalam acara Pencanangan Kampanye Tingkat Nasional dan Introduksi Imunisasi Campak Rubella yang berlangsung di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Sleman, Yogyakarta (Selasa, 1/8).


"Agar eliminasi campak dapat terwujud tahun 2020, kampanye imunisasi MR ini harus mencapai cakupan minimal 95 persen dari sasaran yang harus mendapatkan imunisasi MR," ungkap Puan.

Acara tersebut  dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek.  Hadir pula Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Bupati Sleman, Sri Purnomo.
 
Dalam laporannya, Menko PMK menyampaikan bahwa dalam kondisi tertentu Campak Rubella  dapat menyebabkan komplikasi yang serius dan mengakibatkan cacat permanen (Congenital Rubella Syndrome), bahkan kematian.

"Untuk mengendalikan penyakit ini pemerintah memberikan imunisasi MR tambahan bagi anak usia 9 bulan sampai dengan kurang 15 tahun, diikuti peralihan pemakaian vaksin campak menjadi vaksin MR ke dalam program imunisasi," jelas Puan.
 
Menko PMK menambahkan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan dalam dua fase. Fase pertama bulan Agustus-September 2017 untuk provinsi-provinsi di Pulau Jawa, dan fase kedua pada bulan Agustus-September 2018 untuk seluruh provinsi di luar Jawa. Untuk mendorong keberhasilannya, Puan meminta dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat.

Pencanangan Kampanye Tingkat Nasional dan Introduksi Imunisasi Campak (Measles) Rubella (MR) dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Pencanangan secara resmi ini, akan menandai dimulainya masa pemberian imunisasi tambahan MR secara masal di 6 provinsi di pulau Jawa sebagai fase pertama di Indonesia.
 
Presiden dalam sambutannya mengungkap program pemerintah ini merupakan wujud komitmen menjaga generasi muda Indonesia khususnya dalam hal kesehatan. Presiden mengatakan bahwa virus MR sangat berbahaya karena bisa menyebabkan cacat pada bayi.
 
"Pesan saya jangan meremehkan MR karena bisa berbahaya bagi anak-anak yang kita cintai. Dampak jangka panjangnya juga untuk bayi bisa cacat bawaan. Saya dukung penuh agar anak Indonesia bebas dari MR," ungkap Presiden.
 
Usai pencanangan kampanye, Puan mendampingi Presiden beserta rombongan meninjau pelaksanaan pelayanan imunisasi di sekolah. Acara ini dihadiri oleh 500 undangan yang terdiri dari para wakil Kementerian/Lembaga, wakil-wakil dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Provinsi DIY, Puskesmas, WHO, Global Aliance for Vaccine Immunization (GAVI), UNICEF, produsen vaksin, serta para orang tua murid. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya