Berita

Mickey Garcia/Net

Olahraga

Gusur Broner, Garcia Dongkrak Popularitas

Tinju Welter Yunior WBC
SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 10:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Mikey Garcia menerjemahkan ucapannya jelang kontra Adrien Broner pada pertarungan kelas welter junior versi WBC di Barclays Center di Brooklyn, New York, Amerika Serikat ke­marin pagi WIB. Di luar dugaan Garcia menang angka mutlak.

Tiga hakim yang memimpin pertandingan, semua 117-111, 116-112, dan 116-112. Broner yang sebenarnya lebih kondang, tak berkutik lantaran tak kreatif dalam melakukan serangan.

Performanya tidak sebanding dengan Garcia yang melepaskan 783 pukukan, 244 di antaranya tepat sasaran. Sedangkan Broner cuma melayangkan 400 puku­lan dan hanya 125 saja yang berhasil.


Garcia rata-rata mencatat 98 pukulan per ronde. Sementara Broner tertinggal jauh hanya 44 pukulan di setiap ronde. Tak heran jika petinju kelahiran Oxnard, California, itu menang dengan angka mutlak.

Kemenangan ini memper­panjang rentetan rekor tak terkalahkan Garcia di kancah tinju profesional. Garcia berhasil mencatatkan 37 kemenangan, 30 di antaranya berstatus menang KO. Sedang Broner menjadi 33 menang, 24 diantaranya dengan KO dan tiga kali kalah.

"Perandingan ini salah satu penampilan saya yang terbaik. Saya pegang kendali sejak awal. Saya tahu Broner petinju tang­guh, tapi kali ini saya yang lebih tangguh darinya," kata petinju bernama lengkap Miguel Angel Garcia Cortez itu.

Garcia menganggap, keme­nangan ini sekaligus mendong­krak popularitasnya di olahraga yang pernah digeluti Mike Tyson ini. "Usai kandaskan Broner, bisa membantu karir dan popu­laritas saya. Saya berpikir ke depan akan membuka pintu un­tuk duel yang lebih besar," ujar Garcia kepada Sky Sports itu.

Tak ayal, jika dirinya sesumbar hanya butuh beberapa pertandingan lagi agar diplot sebagai petinju pound for pound terbaik. "Saya hanya beberapa pertarungan lagi untuk dikenali sebagai salah satu petinju pound-for-pound terbaik. Ini adalah langkah besar untuk melakukan itu," lanjut petinju kelahiran 15 Desember 1987. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya