Berita

Susi Pudjiastuti/Net

Bisnis

Menteri Susi Ingin Pasokan Solar Dan Setrum Terjamin

Gandeng Pertamina
SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 10:23 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan PT Pertamina (Persero) menanda­tangani perjanjian kerja sama tentang sinergi pengelolaan dan pengembangan sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia.

Melalui kerja sama ini, KKP berharap, perusahaan pelat merah tersebut bisa menjamin ketersediaan energi, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM), untuk nelayan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menga­takan, kerja sama ini merupakan langkah awal untuk merealisasi­kan pengembangan industri per­ekonomian perikanan di pulau terluar Indonesia.


"Selama ini membangun in­dustri perikanan di pulau terluar itu kendalanya pada energi yaitu ketersediaan listrik dan BBM," ungkap Susi di Kantornya, ke­marin.

Dia mengungkapkan, den­gan ketersediaan energi maka pengembangan industri perika­nan bisa dilakukan. Hal ini akan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan nelayan.

Selama ini, lanjut Susi, aki­bat tidak tersediannya fasilitas pengembangan, biaya opera­sional nelayan di pulau terluar untuk menjual hasil tangkapan sangat besar. Misalnya, hasil penangkapan di Morotai dibawa ke Bitung menghabiskan waktu 8 jam menggunakan kapal. Ke­mudian dari Bitung akan dibawa lagi ke Makassar.

"Jadi jika putar-putar enggak karuan itu, ongkos besar, nelayan tersisa sedikit," paparnya.

Menurut Susi, dengan melakukan pembangunan perika­nan di daerah terluar. Nelayan bisa head to head dengan pembeli. Misalnya, di wilayah Indonesia timur, bisa langsung ekspor ke Bribane, Darwin, dan lainnya.

Susi juga berharap, lewat kerja sama ini, kelangkaan solar yang kerap terjadi di banyak daerah bisa teratasi.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik menyatakan siap memberikan dukungan ter­hadap program KKP. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya