Berita

Foto/Net

Bisnis

Apindo: Ayo, Tuntaskan Segera Polemik Beras...

Kasus PT IBU Ancam Iklim Investasi
SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 10:09 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah segera menjelaskan dasar penggerebekan gudang beras anak usaha PT Tiga Pilar Sejahtera Food, PT Indo Beras Unggul (IBU). Jika dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan akan mengganggu investasi.

Ketua Apindo Bidang Pertani­an Anton Junus Supit mendesak pemerintah untuk menyelesai­kan masalah yang menimpa PT Indo Beras Ungul (IBU). "Para pelaku bisnis mulai resah. Mereka khawatir akan mendapat perlakuan seperti yang dialami salah satu perusahaan beras (PT IBU)," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Bila dibiarkan mengambang seperti saat ini, Anton menenga­rai akan berdampak kepada in­vestasi. Sebab, pihaknya menda­pat laporan, keresahan tidak hanya diterima langsung pelaku bisnis beras, tetapi merambah ke pelaku bisnis lainnya.


Atas dasar itulah, Anton me­minta kepada pemerintah untuk menuntaskan polemik beras. Minimal pekan ini sudah dapat diketahui kesalahan dari PT IBU. Sehingga, para pelaku bisnis be­ras maupun lainnya memahami dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

"Ini bukan persoalan kami membela atau memihak kepada perusahaan yang digerebek (PT IBU), tetapi untuk membuat dunia usaha ada kepastian. Kalau memang salah ya dilimpahkan ke pengadilan. Kalau memang tidak ada unsur pidana, diper­jelas," katanya.

Tim Ahli Apindo Sutrisno Iwantono meminta pemerintah menjelaskan lebih detail perso­alan tersebut. Sebab, kekisruhan ini mengganggu iklim investasi di dalam negeri. Hal ini berten­tangan dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta se­mua instansi ikut menjaga iklim investasi.

Menurutnya, pasca-pengger­ebekan itu, pelaku usaha lanjut­nya menjadi paranoid, bahkan industri ritel juga akhirnya sem­pat terganggu. Hal ini mengingat di salah satu minimarket, sudah ada yang sempat didatangi oleh tim satgas pangan.

Ketua Umum Apindo Hari­yadi Sukamdani mengatakan kegaduhan soal produk strategis ini, menyebabkan ketakutan tersendiri bagi pelaku usaha. Dalam kurun waktu setahun terakhir saja, Apindo melihat banyak produk strategis, sep­erti gula, bawang, daging sapi, seakan digilir untuk dikriminal­isasikan.

"Kalau memang masuk ra­nah hukum silakan proses, tapi jangan over expose, padahal belum dihukum. Dampaknya, ada aksi ambil untung karena turunnya saham," ujarnya.

Menurut Hariyadi, langkah over expose tersebut justru membuat dunia usaha berguncang. Padahal saat ini dunia usaha membutuhkan ketenangan dan kepercayaan yang tinggi.

"Kita butuh ketenangan dan kepercayaan yang tinggi serta jangan sampai semua ini dirusak oleh hal-hal seperti ini. Kalau ini enggak dilakukan, orang bisa makin enggak percaya," imbuh Hariyadi.

Koordinator Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Kon­sumen Indonesia (YLKI) Sukarsi meminta agar masalah PT IBU segera dituntaskan. Sehingga tidak menimbilkan polemik yang berkepanjangan.

"Harus dituntaskan sece­patnya. Tidak bisa dibiarkan mengambang seperti saat ini. Karena tidak hanya pelaku bis­nis yang bingung, masyarakat konsumen lebih bingung lagi," ujarnya.

Sularasi mengatakan, bila ada unsur pidananya dalam perkara PT IBU harus sece­patnya dibawa ke ranah hu­kum. Sebaliknya, bila tidak ditemukan pidana baik oplosan maupun penimbunan atau peny­alahgunaan subsidi petani harus diumumkan.

"Bila cepat selesai maka masyarakat konsumen tenang. Tidak lagi resah atas isu yang berkembang bahwa beras pre­mium bercampur dengan beras subsidi," katanya.  ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya