Berita

Jokowi/net

Politik

Terungkap, Alasan PPP Dukung Jokowi Kembali Jadi Presiden

SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 02:19 WIB | LAPORAN:

Gelaran Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II yang dilaksanakan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara yang berlangsung sejak 19 hingga 21 Juli 2017, menjadi sorotan publik.

Sekretaris PAC PPP Klirong Kab. Kebumen, Amien Nuryadi mengatakan bahwa hal itu karena salah satu poin penting dari agenda itu yakni partai berlambang Ka'bah itu menyatakan dukungannya untuk Presiden Joko Widodo hingga akhir masa jabatannya. PPP juga menyatakan akan mengusung Jokowi di Pilpres 2019 nanti.

"Dukungan PPP pada Jokowi," jelasnya dalam surat elektronik yang diterima redaksi, Senin (31/7).


Perlu diakui, lanjut Amien, Presiden Jokowi telah terbukti berhasil memimpin bangsa Indonesia. Sebab menurutnya Nawacita sebagai program yang dicanangkan dan menjadi rel pembangunan memiliki tujuan mensejahterakan masyarakat dan sudah menunjukkan bukti perkembangan ke arah yang lebih baik.

"Pembangunan infrastuktur saat ini sangat cepat dan merata di seluruh Indonesia. Berbagai proyek infrastruktur yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek Strategis Nasional tersebut diantaranya terdiri atas bandara, pelabuhan, jalan tol, terminal. jaringan listrik, pipa gas, pos lintas batas negara (PLBN), serta bendungan yang tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia," urainya.

Begitu pun halnya dalam bidang politik, tambah Amien. Dimana Presiden telah melakukan komunikasi politik yang cukup sehat, kondusif, yang bersifat soft approach sehingga berhasil melakukan konsolidasi politik yang berimbang di parlemen. Hasilnya, program-program pemerintah dapat berjalan dengan efektif karena didukung oleh DPR.

"Pilkada serentak yang digelar di tahun 2015 dan 2017 berlangsung lancar dan sukses," imbuhnya.

Seiring itu, menurutnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan Presiden Jokowi meningkat. Hal itu terbukti berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) baru-baru ini, sebanyak 74,8 persen dari 1.350 responden dari seluruh Indonesia mengakui arah perjalanan bangsa Indonesia kini sudah benar. Lembaga Survey lain yaitu Indo Barometer pada bulan Maret 2017 merilis tingkat kepuasan publik saat ini terhadap kinerja pemerintaha Presiden Jokowi sebesar 64,4 persen.

Bahkan di tingkat dunia, imbubya, Indonesia telah menduduki ranking tertinggi di dunia untuk Trust and Confidence in National Government (kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah) sebesar 80 persen berdasarkan Gallup data. Data tersebut dikeluarkan berdasarkan hasil survey oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) dalam publikasinya Government at a Glance 2017 yang dipublikasikan pada 13 Juli 2017.

"Angka tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap pemerintah Indonesia merupakan angka yang tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang tergabung dalam OECD seperti negara Amerika Serikat  yang hanya 30 persen, Inggris 31 persen, Jerman 55 persen, Prancis 28 persen, maupun negara-negara berkembang non OECD semisal India 73 persen, Brazil 26 persen, Afrika Selatan 48 persen," pungkasnya.[san]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya