Berita

PKI/net

Politik

Arief Puyuono: Saya Tidak Menuduh PDIP Sama Dengan PKI

SELASA, 01 AGUSTUS 2017 | 01:50 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyuono menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menuding bahwa PDI Perjuangan sama dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Sebab menurutnya keberadaan PKI saat ini sudah tidak ada lagi.

Menurutnya, keluhan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto soal PDIP yang sering dikaitkan dengan PKI seharusnya menjadi sebuah koreksi bagi bagi partai penguasa itu.

"Dimana kok bisa PDIP yang merupakan partai berideologi Pancasila sampai di kaitkan dengan PKI. Keberadaan PKI sendiri sudah selesai," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Selasa (1/8).


Pernyataannya itu menanggapi cibiran Hasto yang menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mengkritik aturan terkait presidential threshold di UU Pemilu dianggap sebagai pernyataan yang penuh ambisi atas kursi presiden.

"Jangan dong Prabowo mengkritik UU Pemilu yang dianggap lelucon politik dan nipu rakyat dikira ambisi jadi presiden. Kok Hasto sebagai Sekjen Partai anti kritik sih," ketusnya.

Nah biasanya, lanjut Arief, sifat PKI itu anti Kritik dan melanggar Konstitusi. Makanya wajar jika PDIP sering disamakan dengan PKI.

"Seperti keluhan Hasto kepada media saat menanggapi pernyataan Prabowo di Cikeas saat bertemu SBY. Sebab Sifat dasar PKI kan bertindak tanpa otak dan kurang waras serta melanggar konstitusi dan menipu rakyat dengan jargon kerakyatan," imbuhnya.

Disahkannya UU Pemilu, khususnya poin presidential threshold, menurut dia sudah jelas merupakan upaya penghilangan hak konstitusi pemilih pemula pada Pilpres 2019 jika presidential threshold yang digunakan sama dengan Pemilu 2014. Padahal di tahun 2019 nanti, Pileg dan Pilpres berlangsung bersamaan.

Pemilih pemula itu tambah dia, memiliki hak konstitusi untuk mengusung seseorang menjadi Capres. Menurut Arief saat Pilpres pemilih pemula tidak masuk dalam bagian rakyat yang mengusung Capres 2019 dengan PT 20 persen yang mengunakan hasil Pemilu 2014.

"Jadi PDIP jangan salah tanggap. Saya Tidak menuduh kok PDIP itu sama dengan PKI. Tapi akibat pemaksaan kehendak dalam PT 20 persen itu jadi sering disamakan dengan PKI. Coba lebih sadar dan jangan memaksakan kehendak di luar kewarasan. More tuduhan terhadap PDIP dikaitkan Dengan PKI pasti tidak ada," demikian Arief.[san]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya