Serikat Pekerja Perusahaan Listrik Negara (SP PLN) bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Ikatan Alumni UI, dan FTUI akan menggelar seminar ketenagalistrikan pada 7 Agustus 2017 mendatang.
Acara yang didukung oleh PT Pembangkit Jawa Bali/PJB dan PT Indonesia Power tersebut akan menghadirkan peserta yang terdiri dari para praktisi energi dan kelistrikan, akademisi, mahasiswa BEM Seluruh Indonesia, organisasi SP BUMN Energi dan BUMN lainnya.
Ketua Umum SP PLN Jumadis Abda berharap, seminar yang digagas bersama antara SP PLN dengan BEM UI dan BEM FTUI nanti berjalan sukses. Untuk itu kehadiran narasumber yang berkompeten dalam bidangnya sangat menentukan.
"Seminar ini adalah kesempatan yang baik untuk membahas biaya pokok produksi (bpp) listrik, agar listrik tidak perlu naik. Kalau perlu malah turun," tegas Jumadis dalam keterangannya.
Menurut dia, berdasarkan pengalaman, ada tiga indikator yang disinyalir membuat bpp tinggi. Pertama terkait dengan bauran energi yang digunakan serta harga energi primer terutama gas alam di dalam negeri yang lebih mahal.
Yang kedua, kata dia, pola pengoperasian pembangkit yang tidak efisien dengan keberadaan listrik swasta. Ketiga adalah biaya pemeliharaan instalasi, terutama di pembangkit.
"Bila seluruh komponen pengambil keputusan dapat mencari solusi dalam seminar ini maka bpp bisa turun dan harga listrik tidak perlu naik," terangnya.
Justru menurut dia, yang terjadi harga listrik bisa turun dan bahkan PLN pun tidak perlu lagi mendapat subsidi negara. Dengan demikian, uang subsidi yang mencapai Rp 60,4 triliun (2016), dapat dialihkan untuk membangun infrastruktur transportasi, pendidikan dan kesehatan yang menjadi fokus pemerintah saat ini.
"Hal ini sangat mendukung program pemerintah untuk menghadirkan energi murah untuk rakyat, serta 'Indonesia Daulat Energi' yang dicanangkan Jokowi-JK sebelum Pemilu dapat terealisasi, untuk kesejahteraan rakyat," pungkas Jumadis.
Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), M.Syaiful Mujab juga senada mengharapkan kehadiran para pengambil keputusan seperti menteri ESDM, menteri BUMN, pimpinan Komisi VII DPR, menteri Keuangan, dirut PLN dan lain-lain.
"Kami juga berharap presiden bisa hadir untuk membuka sekaligus memberikan pengarahan dalam seminar ini. Karena menghadirkan energi murah termasuk program Jokowi-JK sebelum Pemilu.
Kan sayang kalau tidak didukung dan direalisasikan," papar Mujab.
[wid]