Berita

Boediono/Net

Bisnis

Boediono: Memahami Ekonomi Tidak Seperti Ilmu Sosial

MINGGU, 30 JULI 2017 | 08:58 WIB | LAPORAN:

Mantan Wakil Presiden Boediono mengatakan, perjalanan suatu bangsa tidak bisa lepas dari aspek ekonomi dan politik.

"Ekonomi dan politik adalah satu mata uang, bahwa apa yang terjadi di bidang politik berkaitan dengan apa yang terjadi di bidang ekonomi," kata dia dalam keterangannya.

Hal itu disampaikan Boediono di depan 250 orang peserta didik Sespimpti Polri ke-26. Tepatnya, saat menggelar bedah buku berjudul "Ekonomi Indonesia Dalam Lintasan Sejarah" di Auditorium PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (29/7).


Dalam kegiatan rangkaian pembelajaran program pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-26 TA 2017 itu, Boediono menerangkan, ekonomi tersubordinasi oleh politik secara umum. Termasuk perkembangan ekonomi Indonesia sejak jaman VOC sampai sekarang.

"Bahwa tim ekonomi yang mumpuni yang bisa menerjemahkan situasi politik yang stabil ini menjadi program ekonomi yang berkesinambungan adalah hasil dari 30 tahun kestabilan politik," terangnya.

Kemudian sistem ini, lanjut Boediono, pada akhirnya membuat kesalahan yang akumulatif dan terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme. "Sistem otoriter resikonya adalah ekonomi stabil tetapi tidak dapat dikoreksi dan meledak pada akhirnya," urainya.

Meski demikian, Boediono berpendapat, pada akhir Orde Baru, politik masih kuat tetapi dipicu oleh krisis finansial.

"Made of democracy world artinya demokrasi yang bermanfaat dan menghasilkan program yang solid dan menghadirkan kemajuan di bidang ekonomi," lanjutnya.

Pemahaman terhadap ekonomi, tutur Boediono, harus dilakukan secara detail tidak seperti mempelajari ilmu sosial.

"Seorang pengelola negara adalah seseorang pengambil keputusan yang tidak ada seorang anggota keluarganya yang menikmati sepeser pun dari hasil pengambil kebijakan itu," demikian Boediono.[wid]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya