Berita

Rachland Nashidik/Net

Politik

Jawaban Rachland Nashidik Untuk Buzzer Jokowi

SABTU, 29 JULI 2017 | 00:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto membuat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik berseteru dengan akun Twitter @digembok.

Dalam sejumlah kicauannya, akun yang diduga merupakan bagian dari pendukung pemerintahan Jokowi menyoal mengenai pendirian Rachland tentang sosok Prabowo Subianto.

Berbekal catatan tweet Rachland yang diunggah tahun 2014, @digembok mempertanyakan pendirian Rachland tentang Prabowo yang pada hari Kamis (27/7) lalu bertemu SBY.


Rachland menilai akun anonim @digembok merupakan buzzer Jokowi yang selama ini menebar kampanye permusuhan bahkan fitnah pada SBY dan keluarga serta Partai Demokrat.

"Pengelola akun anonim @digembok adalah barisan pendukung fanatik Jokowi. Mesti diingat, Jokowi berkuasa dalam persekutuan dengan Jenderal-Jenderal Orba yang namanya tersangkut pelanggaran HAM. Maka pengelola akun anonim itu tak memiliki dasar moral untuk menyoal moralitas orang lain," jelasnya kepada redaksi, Sabtu (29/7).

Selain itu, Rachland menegaskan bahwa pendirian moralnya pada Prabowo tidak berubah. Namun pada kenyataan saat ini, Prabowo melakukan banyak hal baik, termasuk menolak Perppu pembubaran Ormas dan UU Pemilu yang dinilai inkonstitusional.

"Itu membuat posisi politik Partai Demokrat lebih dekat pada Pak Prabowo," sambungnya.

Namun begitu, Rachland menegaskan bahwa pertemuan antar elit itu dilakukan bukan untuk membicarakan koalisi Pilpres 2019. Ia menepis anggapan @digembok yang menuduh bahwa ada agenda koalisi 2019 dalam pertemuan itu sehingga menyebut Rachland telah menjilat ludah sendiri. Pasalnya, dalam kicauan di 2014, Rachland menilai bahwa berkoalisi dengan Prabowo adalah hal yang salah.

"Partai Demokrat dan Partai Gerindra (hanya) sepakat untuk bekerjasama mengontrol pemerintah, dalam pengertian menjadi oposisi demokratik yang absah secara konstitusional," jelasnya.

Selanjutnya, Rachland menyebut bahwa sebagai kader Demokrat, dirinya dibebaskan untuk memiliki pendirian moral dan politik yang bisa berbeda.

"Dalam berbagai forum pengambilan keputusan partai, saya menyuarakannya dan tidak pernah menyembunyikannya. Sebagai kader, saya juga terikat dan setia pada keputusan yang pada akhirnya diambil oleh forum pimpinan partai," pungkasnya. [ian]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya