Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Politisi PPP: Transaksi Politik Sumber Lesunya Perekonomian Nasional

JUMAT, 28 JULI 2017 | 20:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kinerja pemerintahan Joko Widodo dinilai masih belum maksimal, terutama di bidang sosial ekonomi dan juga perekonomian nasional.

"Indikatornya, beragam subsidi buat rakyat dicabut dan tingkat pertumbuhan tetap sekitar 5 persen, padahal janji kampanye minimal 8 persen," kata aktivis muda NU yang juga adalah politisi PPP Sudarto dalam dalam Diskusi Politik yang digelar oleh Lingkar Muda Nusantara (Limanu) di Jakarta pekan ini.

Ia menyebut bahwa utang pemerintah saat ini mendapat kecaman dari kelas menengah perkotaan dan bahkan Bank Dunia menyatakan bahwa Indonesia menghadapi masalah serius di mana inflasi tinggi dan daya beli masyarakat turun.


"Pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 5 persen. Itu pun ditopang tambahan utang pemerintah lebih 1.000 triliun dalam 2,5 tahun terakhir," sambungnya.

"BPS menekankan, tingkat kemiskinan semakin dalam. Kemiskinan  semakin sulit untuk dientaskan," tambah Sudarto.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena ada praktik transksaksi politik yang dilakukan Jokowi terhadap partai pendukungnya. Hal itu menyebabkan banyak posisi menteri diisi dengan pihak yang tidak kompeten dan tidak mampu bekerja maksimal mendorong perekonomian negara.

"Hal ini tidak sejalan dengan janji kampanye Jokowi-JK sebelumnya yang menyebut akan memilih para profesional," tandasnya. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya