Berita

Diskusi Limanu/RMOL

Politik

Sadar Telah Gagal, PPP: Rezim Jokowi Sedang Berusaha Mempertahankan Kekuasaan

JUMAT, 28 JULI 2017 | 17:59 WIB | LAPORAN:

Sebagai pemegang kekuasaan negara, Rezim Joko Widodo sedang berusaha mempertahankan kekuasaan dengan berbagai cara pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Demikian disampaikan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sudarto saat diskusi politik yang diselenggarakan Lingkar Muda Nusantara (Limanu) di hotel Max'one, Kramat Raya, Jakarta, Jumat (28/7).

"Sementara rezim Jokowi menyadari kalau elektabilitasnya terus menerus. Di lain pihak, Kabinet Kerja Jokowi-JK juga tidak mampu meningkatkan kinerjanya, terutama disektor sosial ekonomi atau perekonomian nasional," tegas Ketua Umum Angkatan Muda Ka'bah itu.


Indikator gagalnya tim ekonomi Jokowi-JK menurut Sudarto adalah beragam subsidi buat rakyat dicabut dan tingkat pertumbuhan tetap sekitar 5 persen. Padahal janji kampanye minimal pertumuhan 8 persen. Sementara itu, utang pemerintah terus meningkat dan mendapat kecaman dari kelas menengah perkotaan.

"Bank Dunia  menyatakan jika Indonesia hadapi masalah serius dan sulit, pertama inflasi tinggi dan kedua daya beli masyatakat turun," tegas Sudarto.

Pertumbuhan ekonomi yang hanya sekitar 5 persen itupun kata Sudarto ditopang tambahan utang pemerintah  lebih 1.000 triliun dalam 2,5 tahun terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) menekankan bahwa tingkat kemiskinan semakin dalam.

"Kemiskinan  semakin sulit untuk dientaskan," tegas aktivis muda Nadlatul Ulama (NU) itu.

Menurut Sudarto kemiskinan tidak bisa dientaskan akibat tidak qualifiednya menteri-menteri Jokowi dan ingkar janjinya Jokowi terhadap transksaksional politik yang dilakukannya terhadap partai partai pendukung.

Ditambah lagi, Jokowi tersandera karena menempatkan menteri-menterinya didasarkan atas selara petinggi partai pendukungnya. Hal ini tentu tidak sejalan dengan janji kampanye Jokowi-JK yang sebelumnya dikatakan akan memilih para profesional.

"Jokowi dibebani dengan menteri-menteri politik di pemerintahan yang juga menjabat jabatan strategis bahkan tidak melaksanakan amanat undang-undang seperti Menkumham Yasonna Laoly yang tidak melaksanakan putusan MA yang kekuatan hukum tetap," demikian Sudarto.[san]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya