Berita

Bisnis

Mogok Kerja SP JICT Jangan Ganggu Ekspor Impor Barang

JUMAT, 28 JULI 2017 | 17:45 WIB | LAPORAN:

Rencana mogok kerja Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT) pada 3-10 Agustus 2017 jangan sampai mengganggu kegiatan ekspor-impor Indonesia.

Hal itu diutarakan Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), Anton Sihombing saat dihubungi wartawan pada Jumat (28/7).

"Sebagai ketua GINSI, saya berharap jangan sampai mogok menggangu kegiatan impor barang para anggota (GINSI). Jangan sampai arus barang ekspor dan impor terganggu. Indonesia sudah go international, jangan sampai tersebar ke luar negeri," katanya.


Anton menerangkan, mogok kerja bisa mempengaruhi iklim investasi dan usaha. Apalagi, pelabuhan merupakan obyek vital negara. Saran Anton, pihak SP JICT harus duduk bareng dengan manajemen JICT. Setelahnya, harus diikuti dengan membuat kesepakatan bersama dan dengan tolok ukur waktu.

"Negara kita ini sudah transparan dan demokratis, jadi lebih baik duduk bersama untuk membahas permasalahannya. Semua orang nanti bisa mengawasi kok hasilnya,” imbuhnya.

Menurut dia, upaya tersebut jauh lebih baik dibanding mogok kerja sehingga masalah cepat selesai dan tidak berkepanjangan. Penyelesaian masalah harus mendapat prioritas karena JICT merupakan salah satu pintu masuk Indonesia.

Demonstrasi JICT juga ditengarai karena kepentingan politik. Sejalan dengan demonstrasi dari serikat pekerja yang mempermasalahkan perpanjangan kontrak kerjasama HPH. Pansus Pelindo di DPR RI juga sudah menyerahkan hasil audit BPK ke KPK terkait dengan permasalahan serupa. Belum lagi polemik masalah tersebut dikaitkan dengan reshuffle kabinet.

Anton menanggapi dingin kentalnya nuansa politik tersebut. Memang segala sesuatu pasti ada aspek politiknya, tetapi polemik Pelindo sebaiknya dikembalikan ke jalur sebenarnya.

"Ttentu segala sesuatu ada aspek politiknya. Tetapi ini harus diletakkan kembali ke jalur yang sebenarnya,: ujar Anton. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya