Berita

Prabowo-SBY/Net

Politik

Prabowo-SBY Didorong Bangun Poros Penyelamat Indonesia

JUMAT, 28 JULI 2017 | 17:27 WIB | LAPORAN:

Pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapat apresiasi publik.

Hal itu dinilai sebagai momentum sempurna untuk merepresentasikan kondisi sosial politik saat ini di bawah kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang dinilai jauh dari harapan dan cita-cita rakyat.

"Pertemuan duo jenderal antara SBY dengan Prabowo Subianto membuat publik merasa bergairah. Seolah menimbulkan harapan baru bagi masyarakat Indonesia dari berbagai macam polemik yang ada terkhusus persoalan terancamnya demokrasi, oligarki kekuasaan di UU Pemilu, utang yang menumpuk, soal ekonomi dan pelemahan KPK. Dan yang paling spesial dari pertemuan tersebut adalah turun gunungnya SBY dalam gelanggang politik nasional setelah Pilkada DKI Jakarta," jelas pengamat politik Panji Nugraha kepada wartawan di Jakarta, Jumat (28/7).  


Dia menilai bahwa SBY adalah salah satu sosok berpengaruh dalam kancah politik Indonesia. Terlebih, SBY pernah mencatatkan sejarah berturut-turut menjadi presiden Indonesia dalam konsep pemilihan langsung.

"Jadi, dapat diartikan pertemuan antara SBY dengan Prabowo membawa arus positif bagi perpolitikan Indonesia yang sudah mulai kehilangan arah dan tujuan yang salah. Menuju kekuasaan mutlak yang sempat disindir oleh SBY beberapa waktu lalu," kata Panji.

Menurutnya, rakyat menilai positif dan berpendapat bahwa sudah saatnya SBY bersama Prabowo bersatu membuat poros politik baru. Guna menyelamatkan Indonesia dari segala ancaman, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

"Karena masyarakat saat ini sudah cerdas menilai banyaknya masalah yang muncul, baik dari dalam dan luar negeri tidak mampu diselesaikan oleh Jokowi," tegas Panji yang juga direktur eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI). [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya