Berita

Foto/RMOL

Bisnis

Menkeu: Utang Publik Indonesia Salah Satu Yang Paling Rendah

JUMAT, 28 JULI 2017 | 00:52 WIB | LAPORAN:

. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa utang luar negeri Indonesia salah satu yang paling rendah di dunia. Hal itu ditunjukan dari rasio utang pemerintah dengan Produk Domestik Bruto (PDB) berada di bawah 30 persen dan defisit APBN pada kisaran 2,5 persen.

"Saat ini, tiga lembaga pemeringkat kredit internasional telah menggolongkan Indonesia sebagai negara layak investasi. Artinya Indonesia mempunyai kemampuan bayar yang tinggi dengan risiko gagal bayar sangat rendah," ujar Sri Mulyani dalam diskusi Medan Merdeka bertajuk Utang Untuk Apa dan Untuk Siapa? di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (27/7).

Diskusi itu juga dihadiri Gubernur Bank Indonesia, Agus D. W Martowardojo dan Kepala Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong.


Menurut Gubernur Bank Indonesia, Agus D. W Martowardojo, hingga Mei 2017 utang Indonesia mencapai 333 miliar AS dolar. Angka tersebut dengan rincian, utang pemerintah sebesar 168 miliar AS dolar dan utang swasta sebesar 165 miliar AS dolar.

Agus mengingatkan pemerintah harus berhati-hati terhadap utang luar negeri. Karena valuta asing dan dalam bentuk AS dolar bunganya tiap tahun cenderung naik.

Meski begitu, Menkeu Sri Mulyani memastikan bahwa Indonesia masih berada di zona hijau, yang artinya pertumbuhan ekonomi masih cukup baik. Selama satu dekade terakhir rata-rata pertumbuhan PDB Indonesia ada pada kisaran 5.6, peringkat kedua di dunia setelah Tiongkok. Sementara rata-rata defisit Indonesia selama satu dekade sekitar -1.6.

Angka tersebut, menurut Mulyani lebih baik dibandingkan Jepang dengan PDB sebesar 0.5 dan defisit hingga -6.4. Rata-rata orang di Jepang, sebut Mulyani, menanggung beban utang negara hingga 93 ribu AS dolar.

Sementara, Amerika Serikat, yang disebut sebagai pemegang perekonomian dunia, angka PDB selama satu dekade terakhir terdapat pada angka 1.3 dan defisit -6.7.

"Jika dibandingkan Filipina, Malaysia, Brasil, India, kita memiliki utang per kapita yang lebih rendah," ujarnya.

Indonesia dengan defisit yang rendah, jelas Mulyani, menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi. Dengan kata lain tambahah utang menjadi lebih kecil bila dibandingkan tambahan manfaat yang diperoleh.

"Kalau anda lihat negara yang selama ini anda kagumi ternyata utangnya besar. Meski begitu, kita pemerintah akan selalu menjaga, manage utang secara hati-hati," kata Mulyani. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya