Berita

Rizal Ramli/Net

Bisnis

Bertemu Pemilik Media Siber Indonesia, Kata Rizal Ramli Dulu SBY Batalkan Redenominasi

KAMIS, 27 JULI 2017 | 17:07 WIB | LAPORAN:

Ide menyederhanakan nilai rupiah atau yang populer dikenal dengan istilah redenominasi bukan barang baru. Beberapa tahun lalu di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ide ini juga pernah mengemuka dan hampir diputuskan.

Tapi belakangan SBY membatalkan rencana redenominasi itu.

Ekonom senior Rizal Ramli saat bicara di hadapan pemilik media siber Indonesia di Surabaya, Kamis siang (27/7) mengatakan, sepintas redenominasi itu tampak keren. Membuat seakan-akan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing menguat secara signifikan.


"Ini hanya ilusi. Justru mempersulit kelompok masyarakat ekonomi bawah. Bila selama ini ada barang yang harganya di bawah Rp 1.000, dengan redenominasi harga baru jadi lebih mahal. Ini artinya redenominasi akan menyedot daya beli masyarakat bawah," ujar Rizal Ramli.

Menurut Rizal Ramli, lebih baik pemerintah fokus menggerakkan sektor riil, menambah lapangan pekerjaan dan meningkatkan nilai ekspor, ketimbang bikin proyek baru yang nanti tidak akan bisa dipertanggungjawabkan.

"Di era SBY juga mereka mau melakukan hal ini. Saya kritik, dan karena dasarnya hubungan saya baik dengan SBY, dia dengar juga dan membatalkan," demikian Rizal Ramli. [sam]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya