Berita

RMOL

Nusantara

Akademisi Dorong Regulasi Perlindungan Mangrove Di Kalsel

KAMIS, 27 JULI 2017 | 13:04 WIB | LAPORAN:

Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mendorong Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan membuat peraturan khusus tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove. Dalam momentum peringatan Hari Mangrove Internasional 26 Juli.

Akademisi kelautan ULM Nursalam mengatakan, untuk skala nasional regulasi tentang ekosistem mangrove telah ada. Namun, secara khusus untuk wilayah Kalsel belum ada. Dia menilai, salah satu akar penyebab kerusakan hutan mangrove di Kalsel akibat belum adanya regulasi khusus yang mengatur.

Menurutnya, kerusakan hutan mangrove di pesisir Kalsel sudah sangat memprihatinkan. Banyaknya masalah yang timbul akibat tidak ada satu aturan yang tegas kawasan mana yang dapat dimanfaatkan dan yang tidak.


"Untuk menyelamatkan hutan mangrove di Kalimantan Selatan sangat perlu ada suatu peraturan khusus tentang pembagian kawasan hutan lindung manggrove, hutan produksi, dan hutan areal penggunaan lain. Sementara untuk perda mengenai ekosistem terumbu karang sudah ada," jelas Nursalam kepada redaksi (Kamis, 27/7).

Sekertaris DPW Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia Kalsel tersebut mengungkapkan, regulasi khusus sudah sangat mendesak, mengingat tekanan terhadap ekosistem mangrove semakin besar. Selain itu, perlu program penanganan yang berkelanjutan.

"Secara umum telah terjadi kerusakan mangrove di hampir seluruh daerah pesisir. Walaupun ada daerah yang mengalami peningkatan tutupan. Jangan sampai ekosistem mangrove mengalami kerusakan yang parah baru dilindungi," ujar Nursalam.

Diharapkan, regulasi berupa perda memiliki kekuatan untuk menjaga dan menindak berupa pemberian sanksi bagi oknum yang melakukan pengrusakan.

Nursalam menambahkan, semua stakeholder harus bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem mangrove di Kalsel agar fungsi ekologis, sosial dan ekonomi masih bisa dirasakan masyarakat. [wah]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya