Berita

Bisnis

Hat-hati 'Net Transfer' Pada UU RAPBN-P 2017

KAMIS, 27 JULI 2017 | 02:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR telah menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran 2017 untuk menjadi UU, Rabu (26/7).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan apresiasi kepada DPR terkait dengan capaian kesepakatan RUU APBN-P 2017 menjadi UU.

"Pemerintah menyetujui penetapan pengubahan indikator pengubahan makro, juga penetapan dari defisit anggaran dan belanja negara, dengan hal tersebut, maka pemerintah sepakat dengan postur APBN yang sudah disepakati di Banggar, pemerintah pun berkomitmen menjalankan pelaksanaan APBN dengan baik sesuai apa yang digariskan UU," jelas Sri Mulyani.


Dengan disahkan RUU APBN-P 2017 menjadi UU untuk dilanjutkan ke tahap sidang Paripurna, maka asumsi dasar makro ekonomi yang ditetapkan sebagai berikut: pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen; tingkat inflasi sebesar 4,3 persen; suku bunga SPN 3 bulan 5,2 persen; nilai tukar Rupiah 13.400 per dolar AS; harga minyak mentah (ICP) US$ 48 per barel.

Selanjutnya, lifting minyak 815 ribu barel per hari; lifting gas 1,150 juta barel setara minyak; postur APBN-P, belanja negara Rp 2.133,2 triliun dan pendapatan negara sebesar Rp 1.736 triliun; dan defisit anggaran tercatat Rp 397,235 triliun atau 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menanggapi postur RAPBN-P 2017 tersebut, peneliti senior dari Pascasarjana Universitas Maranatha Bandung yang juga Koordinator Litbang Yayasan Bung Karno, Dr. T. Hamonangan Simanjuntak mengingatkan pentingnya postur APBN-P 2017 diorientasikan pada pembangunan ekonomi yang berwatak Pancasila.

"Akselerasi pengentasan kemiskinan dan pembangunan ekonomi berwatak Pancasila perlu menjadi acuan penyusunan RAPBN-P 2017. Data BPS kemarin jelas, bahwa per Maret 2017 angka kemiskinan tercatat sebesar 2,77 juta jiwa, bertambah 0,01 juta jiwa dari angka kemiskinan per September 2016 yang berjumlah 2,67 juta jiwa. Ini PR kita bersama," ujar Hamonangan, Kamis (27/7).

Menurutnya, pengelolaan utang juga penting, tapi jangan sampai terjadi 'net transfer' dimana jumlah cicilan hutang termasuk bunganya sama atau bahkan lebih besar dibandingkan keuangan negara.

"Sudahkah kita mengacu pada Pancasila dan Pasal 33 ayat 1-3? Jika belum mari kita bahu membahu. Misal, utang kita lebih dari Rp 3.600 triliun. Nah, utang harus dikelola agar jangan sampai 'net transfer'. Mau keuangan negara cuma habis buat bayar utang? Apa kata dunia nanti?" tukas Hamonangan. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya