Berita

Net

Nusantara

Pemerintah Harus Stop Pernikahan Anak Di Bawah Umur

SENIN, 24 JULI 2017 | 15:07 WIB | LAPORAN:

Fatayat Nahdlatul Ulama memastikan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, salah satunya seperti pernikahan di bawah umur.

Menurut Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini, Hari Anak Nasional yang diperingati setipa 23 Juli menjadi momentum bagi pemerintah untuk dapat lebih memperhatikan kehidupan anak Indonesia.

"Kami mendesak pemerintah sebagai eksekutor untuk membuat langkah nyata dalam memutus perkawinan anak di bawah umur," kata Anggia dalam keterangannya, Senin  (24/7).
 

 
Sementara itu, anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Sholihah menjelaskan, berdasarkan data Pusat Kajian Gender dan Seksualitas Universitas Indonesia tahun 2015, pernikahan anak di Indonesia menempati peringkat dua teratas di Asia Tenggara. Sekitar 2 juta dari 7,3 perempuan Indonesia berusia di bawah 15 tahun sudah menikah dan putus sekolah.

Padahal, UU Perkawinan Bab II pasal 7 ayat 1 menyebut bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria mencapai umur 19 tahun dan pihak perempuan sudah mencapai umur 16 tahun.

Angka 16 tahun dalam usia perkawinan perempuan berpotensi melanggar atau tidak sesuai dengan Undang-Undang 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU 39/1999 tentang HAM, UU 7/1984 tentang Ratifikasi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan dan UU 23/2002 dan hasil revisi UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

Untuk itu, Maryati mengimbau agar DPR dapat menjadi pionir bagi perubahan UU Perkawinan, terkait peningkatan batas usia perkawinan anak agar lebih banyak mendapat partisipasi dari publik.

"Kami mengajak masyarakat, khususnya DPR untuk berupaya kembali merevitalisasi gerakan revisi UU Perkawinan menuju pendewasaan usia perkawinan. Sebagai jalan tengah dalam kuatnya perbedaan pandangan tentang perkawinan usia anak," imbuhnya. [wah]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya