Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC), Erick Thohir menyambangi Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (24/7). Didampingi wakil Ketua INASGOC, Sjafrie Sjamsoeddin, Erick menemui lima pimpinan KPK untuk melakukan koordinasi terkait pelaksanaan Asian Games 2018.
"Hari ini saya dan Pak Sjafrie diterima lima pimpinan KPK. Ini juga bagian bagaimana pihak KPK bisa menjadi monitoring kegiatan yang ada di Asian Games. Karena bagian dari sukses administrasi itu yang sangat penting buat kami di Asian Games," tutur Erick kepada wartawan saat keluar dari Gedung KPK.
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu menegaskan bahwa kunjungan ini tidak berkaitan dengan penambahan anggaran dana Rp 1,5 triliun untuk pelaksanaan Asian Games.
Pada Selasa (18/7) lalu, pemerintah sepakat akan mencairkan Rp 1,5 triliun sebagai tambahan dari yang sudah cair Rp 500 miliar. Selain itu, masih ada tambahan dana dari realokasi pembangunan Olympic Center sebesar Rp 300 miliar.
"Enggak. Kan memang dari anggaran yang awal kita ajukan 8,7 (triliun) lalu kita efisiensi di Asian Youth Games, kita efisiensi lagi dibanyak hal. Lalu ada keputusan dari Dewan Pengarah, kalau bisa di-cut dari angka itu menjadi 4,5 (triliun) tapi dirapat internal kami angka itu masih di 5,7. Sekarang tentu 5,7 ke 4,5 caranya bagaimana, ya tentu kita nanti mencari iklan atau sponsorship tambahan," paparnya.
Sementara menurut Deputi Bidang Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan, even olahraga rentan terjaring kasus korupsi. Nainggolan menjelaskan, peran KPK melakukan pendampingan dari per item seperti panitia pelaksana INASGOC yang mayoritas terdiri dari gabungan swasta dan pegawai negeri.
"Kita berfikir bahwa ini reputasi negara dipertaruhkan. Tentunya eventnya harus berjalan sukses. Tapi kita lihat juga kasus-kasus yang dulu hampir setiap even keolahragaan lalu ada kasus, seperti PON, Asian Games. Oleh karna itu, kita pikir kita ingin ada penguatan personel dalam bentuk konflik-konflik itu harus dijaga seperti apa, lantas penerimaan gratifikasi itu seperti apa," tutur Nainggolan.
Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan olahraga se-Benua Asia pada 2018. Rencananya Asian Games akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang. Saat ini INASGOC telah mengantongi dana Rp 500 miliar dari pemerintah untuk pelaksanaan event tersebut.
Akan tetapi, sampai saat ini dana tersebut belum bisa digunakan. Pencairan terkendala proses birokrasi. Padahal dana itu rencananya untuk down payment venue, test event, dan biaya sewa kantor sekretariat INASGOC.
[ian]