Bursa pembalap untuk musim depan bakal masih ramai. Kuncinya, kontrak Sebastian Vettel bersama Ferrari akan segera habis.
Kontrak Vettel di Ferrari akan berakhir di penghujung musim 2017 ini. Kabarnya, pebalap asal Jerman itu sudah ditawari kontrak senilai Rp 1,8 triliun untuk bertahan bersama tim 'Kuda Jingkrak' selama tiga tahun lagi.
Namun Vettel kabarnya hanya menginginkan kontrak selama satu tahun. Dengan tambahan kontrak satu tahun, Vettel bisa membuka peluang untuk pindah ke Mercedes pada 2019 saat kontrak Lewis Hamilton habis.
Bos Red Bull Christian Horner menilai situasi Vettel akan berÂpengaruh terhadap bursa peÂbalap. Para pebalap lainnya diyakini akan memantau situasi di Ferrari sebelum berkomitmen terhadap tim lain.
"Saya rasa Sebastian mungÂkin memegang kunci di bursa pebalap saat ini," ujar Horner seperti dilansir
Planet F1.Meski demikian, Horner meÂnyebut Red Bull tak akan terÂpengaruh perpindahan pebalap. Red Bull tak akan melakukan perubahan dalam
line-up peÂbalapnya dengan mempertahÂankan Daniel Ricciardo dan Max Verstappen.
"Tentu tidak akan ada perubaÂhan line up pebalap di Red Bull Racing. Mereka sudah terkunci dan tidak ada harga yang akan cukup untuk keduanya," ucapÂnya.
Kontrak Ricciardo bersama Red Bull akan habis pada 2019 mendatang. Horner menyebut Red Bull akan segera membiÂcarakan perpanjangan kontrak untuk pebalap asal Australia itu.
"Musim 2019 masih lama. Daniel kontraknya akan habis. Dia akan menuntaskan tahun kelima dalam kontraknya berÂsama kami, dan saya yakin kami akan segera mulai bicara dengan Daniel untuk 2019 dan seterusÂnya," kata Horner.
Sementara itu eks pembalap Sauber, Felipe Nasr, mengatakan bahwa kembali membalap di Formula 1 tetap menjadi tujuan utamanya tapi ia mengakui itu semakin rumit karena sedikitnya tempat yang tersedia.
Nasr, yang minggu lalu menÂgunjungi GP Inggris, mengataÂkan bahwa ia berpikiran terbuka tentang arah kariernya di masa depan. "Saya masih mencari pilihan di luar sana," kata Nasr kepada
Motorsport.com.
"Hal yang bagus adalah saya sudah mengendarai mobil (balÂap) berbeda dalam beberapa bulan terakhir. Saya tetap menÂjaga kondisi, dan senang rasanya kembali berada dalam mobil balÂap. Saya masih merasa mampu untuk kembali (berkompetisi) di sini (F1), dan saya mencari peluang untuk musim 2018," tambahnya.
Bagi Nasr, F1 adalah Plan A. Namun ada banyak Plan B: Bisa jadi IndyCar, Formula E, atau WEC.
"Ini semua merupakan keÂjuaraan balap yang menarik perhatian saya. Tentu saya akan mencoba semua yang saya bisa, sebelum saya membuat komitÂmen atau keputusan apapun," ujarnya. ***