Berita

Sebastian Vettel/Net

Olahraga

Vettel, Kunci Sengitnya Bursa Driver

Formula 1
SENIN, 24 JULI 2017 | 10:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bursa pembalap untuk musim depan bakal masih ramai. Kuncinya, kontrak Sebastian Vettel bersama Ferrari akan segera habis.

Kontrak Vettel di Ferrari akan berakhir di penghujung musim 2017 ini. Kabarnya, pebalap asal Jerman itu sudah ditawari kontrak senilai Rp 1,8 triliun untuk bertahan bersama tim 'Kuda Jingkrak' selama tiga tahun lagi.

Namun Vettel kabarnya hanya menginginkan kontrak selama satu tahun. Dengan tambahan kontrak satu tahun, Vettel bisa membuka peluang untuk pindah ke Mercedes pada 2019 saat kontrak Lewis Hamilton habis.


Bos Red Bull Christian Horner menilai situasi Vettel akan ber­pengaruh terhadap bursa pe­balap. Para pebalap lainnya diyakini akan memantau situasi di Ferrari sebelum berkomitmen terhadap tim lain.

"Saya rasa Sebastian mung­kin memegang kunci di bursa pebalap saat ini," ujar Horner seperti dilansir Planet F1.

Meski demikian, Horner me­nyebut Red Bull tak akan ter­pengaruh perpindahan pebalap. Red Bull tak akan melakukan perubahan dalam line-up pe­balapnya dengan mempertah­ankan Daniel Ricciardo dan Max Verstappen.

"Tentu tidak akan ada peruba­han line up pebalap di Red Bull Racing. Mereka sudah terkunci dan tidak ada harga yang akan cukup untuk keduanya," ucap­nya.

Kontrak Ricciardo bersama Red Bull akan habis pada 2019 mendatang. Horner menyebut Red Bull akan segera membi­carakan perpanjangan kontrak untuk pebalap asal Australia itu.

"Musim 2019 masih lama. Daniel kontraknya akan habis. Dia akan menuntaskan tahun kelima dalam kontraknya ber­sama kami, dan saya yakin kami akan segera mulai bicara dengan Daniel untuk 2019 dan seterus­nya," kata Horner.

Sementara itu eks pembalap Sauber, Felipe Nasr, mengatakan bahwa kembali membalap di Formula 1 tetap menjadi tujuan utamanya tapi ia mengakui itu semakin rumit karena sedikitnya tempat yang tersedia.

Nasr, yang minggu lalu men­gunjungi GP Inggris, mengata­kan bahwa ia berpikiran terbuka tentang arah kariernya di masa depan. "Saya masih mencari pilihan di luar sana," kata Nasr kepada Motorsport.com.

"Hal yang bagus adalah saya sudah mengendarai mobil (bal­ap) berbeda dalam beberapa bulan terakhir. Saya tetap men­jaga kondisi, dan senang rasanya kembali berada dalam mobil bal­ap. Saya masih merasa mampu untuk kembali (berkompetisi) di sini (F1), dan saya mencari peluang untuk musim 2018," tambahnya.

Bagi Nasr, F1 adalah Plan A. Namun ada banyak Plan B: Bisa jadi IndyCar, Formula E, atau WEC.

"Ini semua merupakan ke­juaraan balap yang menarik perhatian saya. Tentu saya akan mencoba semua yang saya bisa, sebelum saya membuat komit­men atau keputusan apapun," ujarnya. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya