Berita

Nusantara

19 Dubes Hadiri Festival Kesenian Rakyat Internasional Ke-5 Di Kukar

Rita Berhasil Genjot Jumlah Wisatawan
MINGGU, 23 JULI 2017 | 19:41 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Festival Kesenian Rakyat Internasional ke-5 dalam rangka Erau Adat Kutai sudah resmi dibuka pada Minggu siang (23/7) di Stadion Rondo Demang, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

Pembukaan dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly; Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak; dan Bupati Kukar, Rita Widyasari.

Hadir pula 19 Duta Besar dari negara-negara sahabat antara lain dari Afghanistan, Mesir, Irak, Kazakhstan, Korea Utara, Libya, Maroko, Myanmar, Panama, Serbia, Sri Lanka, Turki dan Seychelles. Ada pula perwakilan dari Amerika Serikat dan Forum Kerjasama Afrika-ASEAN.


"Festival ini menyandang anugerah sebagai festival adat terpopuler, dan kami akan teruskan tradisi dan budaya ini. Erau juga sudah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh pemerintah pusat," ucap Bupati Rita dalam pidatonya.

Di tengah defisit keuangan negara, Erau Adat Kutai disebut Rita sebagai penyejuk bagi masyarakat. Apalagi, Pemkab Kukar memang mempunyai niat baik memajukan pariwisata di daerahnya.

"Pariwisata adalah tonggak di visi misi kami, sebagai penunjang devisa daerah," katanya.

Dia mengatakan, pendapatan dari sektor pariwisata di Kukar sempat terus menurun. Tetapi sejak dirinya menjabat Bupati Kukar, yang kini menjalani periode kedua, jumlah wisatawan lokal maupun internasional yang datang ke kabupaten terkaya di Indonesia itu terus menanjak.

"Sebelumnya 250 ribu orang, sekarang 1,9 juta orang wisatawan tiap tahun ada di sini. Dan ini merupakan penyumbang terbesar di Kaltim. Cita-cita kami adalah bagaimana memperkenalkan budaya Kukar ke manca negara," tambah Rita.

Dalam pidatonya, Rita tidak lupa menyampaikan terimakasih khusus kepada 19 Dubes yang memenuhi undangan Pemkab Kukar untuk menghadiri pembukaan festival kesenian rakyat internasional ini.

Setelah itu, Awang Faroek Ishak dalam pidato menyatakan keyakinannya bahwa pariwisata Kukar dan Kaltim akan terus diminati masyarakat dunia.

"Saya perintahkan semua daerah di Kaltim membenahi perbaikan infrastruktur pariwisata. Dengan makin banyaknya infrastruktur akan bisa memberi pelayanan lebih baik kepada wisatawan," tegasnya.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap penyelenggaraan Erau Adat Kutai di Tenggarong. Ia menyebut, Tenggarong mendapat predikat kota budaya sejak dahulu kala. Kutai sendiri adalah daerah di mana kerajaan Hindu tertuta berdiri di Nusantara.

"Satu hal menggembirakan bagi Kukar, Pemprov Kaltim sudah mendirikan Institut Seni dan Kebudayaan di Kukar. Mari terus kembangkan budaya di daerah lain. Dengan pengembangan budaya kita bisa perkenalkan Indonesia ke dunia internasional," ajak Awang Faroek.

"Teruslah berkreasi. Masih banyak hal bisa dilakukan untuk membangun Kukar," imbuhnya.

Erau adalah festival budaya terbesar dan tertua di Indonesia. Sejak Tahun 2013, Erau disandingkan dengan perhelatan budaya tradisional dari berbagai negara dengan nama Erau International Folklore and Art Festival (EIFAF), di mana berbagai kesenian dan tradisi di lingkup Kesultanan Kutai ditampilkan bersama warisan budaya dunia dari berbagai bangsa di penjuru dunia.

Ajang ini sekaligus dipakai sebagai sarana memperkenalkan budaya kearifan lokal masyarakat Kutai kepada dunia. Erau, dalam bahasa Indonesia berarti riuh atau penuh sukacita, akan berlangsung sepekan ke depan.

Sebelum festival dibuka secara resmi pagi tadi, kelompok penampil seni dan tari dari Bulgaria, China Taipei, India, Jepang, Korea Selatan, Polandia, Slowakia, Thailand, Indonesia, secara berurutan menunjukkan kebolehan masing-masing di depan para tamu kehormatan. Tampak sekitar 5000 orang menyaksikan acara pembukaan tersebut. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya