Berita

Kemenkop Di Tulungagung/RMOL

Menteri Puspayoga: Kembangkan KUMKM Bisa Belajar Dari Jawa Timur

JUMAT, 21 JULI 2017 | 13:47 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan bahwa kemajuan dan perkembangan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM) di wilayah Jawa Timur demikian pesat.

"Waktu masih menjadi Wakil Gubernur Bali, saya banyak belajar dari Jatim bagaimana mengembangkan KUMKM. Salah satunya adalah mengenai penjaminan kredit untuk KUMKM. Jatim merupakan provinsi pertama di Indonesia yang memiliki Jamkrida. Setelah itu pun saya mendirikan Jamkrida di Bali, sebagai Jamkrida kedua di Indonesia. Jadi, saya pikir, Kepala Daerah lain pun bisa belajar dari Jatim, bagaimana mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis KUMKM", tegas Puspayoga pada peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70 Tahun 2017 Tingkat Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (21/7).

Di acara yang dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo dan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, Menkop Puspayoga berharap agar Kepala Daerah tak lagi banyak-banyak membuat koperasi. Pasalnya saat ini menurut Puspayoga yang lebih penting adalah kualitas koperasi ketimbang kuantitas.


"Lebih baik sedikit koperasi tapi berkualitas dengan jumlah anggota koperasi yang terus meningkat. Saat ini, kami sudah membubarkan koperasi sebanyam 43 ribu. Dan kami juga sedang membina sekitar 76 ribu koperasi yang sakit. Kalau yang sakit tidak bisa disehatkan, ya akan kita bubarkan. Karena, ke depan kita hanya akan melihat dan memiliki koperasi yang sehat saja," tandas Puspayoga.

Terkait pembiayaan KUMKM, Puspayoga menjelaskan bahwa pemerintah sudah memiliki beberapa skim pembiayaan. Diantaranya, kredit usaha rakyat (KUR) yang bunganya saat ini sudah mencapai 9%. Pihaknya juga akan terus mendorong penyaluran dana bergulir dari LPDB KUMKM untuk pembiayaan koperasi. Bahkan, pemerintah juga tengah menggodok kredit ultra mikro Indonesia (KUMI) yang bunganya hanya 2%.

"Untuk penyaluran KUMI, Kemenkop dan Kemenkeu sudah kerjasama dengan NU dan Muhammadiyah dalam penyalurannya kepada koperasi-koperasi. Dari koperasi akan disalurkan kepada anggotanya yang memang merupakan pelaku UMKM", kata Puspayoga.

Menurut Puspayoga, peningkatan kinerja koperasi bisa dilihat dari torehan PDB Koperasi yang mencapai 3,99%, dari sebelumnya yang tak pernah bergerak dari level satu komaan selama bertahun-tahun.

"Ini prestasi luar biasa dari Reformasi Koperasi yang sudah kita gulirkan. Tentunya juga ini semua merupakan hasil kerja dari para kepala daerah seperti Gubernur, Bupati, dan Walikota, di seluruh Indonesia. Saya yakin, PDB Koperasi akan terus meningkat bila semua elemen terus bersinergi. Karena, implementasi kebijakan pemerintah pusat berada di daerah," tambah Puspayoga.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jatim Soekarwo menegaskan bahwa pilihan pembangunan ekonomi melalui KUMKM merupakan pilihan yang tepat.

"Lihat saja di beberapa negara Eropa dimana KUMKM-nya terpinggirkan, tingkat pengangguran mereka tinggi. Di Spanyol mencapai 18% dan Prancis 11%. Oleh karena itu, negara harus hadir dalam membela KUMKM dalam pertarungannya di pentas multinasional," tegas Soekarwo.

Menurut Soekarwo, bila KUMKM diberdayakan dan diurus dengan baik, maka akan menjadi raksasa yang bisa bersaing dengan usaha besar lainnya.

"Sekali lagi saya tegaskan bahwa KUMKM merupakan pilihan ekonomi yang tepat sebagai tulang punggung perekonomian nasional," kata Gubernur Jatim seraya menyebutkan bahwa kontribusi KUMKM terhadap perekonomian Jatim mencapai 54,8%.

Soekarwo pun menekankan pentingnya memberdayakan perempuan dalam wadah koperasi, yaitu Koperasi Wanita atau Kopwan.

"Potensi perempuan itu luar biasa untuk dikembangkan, karena sudah memiliki sifat dasar penuh kehati-hatian sejak lahir. Kami pernah menggulirkan program Kopwan hingga ke desa-desa, dengan bantuan permodalan sebesar Rp 25 juta per desa untuk total jumlah desa sebanyak 8501 desa yang ada di Jatim," papar Soekarwo.

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo menambahkan, kinerja Kopwan di wilayahnya maju secara signifikan. Total aset Kopwan di Tulungagung sebesar Rp 24,5 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 22 miliar. Bahkan, dari total jumlah koperasi yang ada di Tulungagung, 271 diantaranya merupakan Kopwan dan 105 Kopwan Syariah.

"Kami akan terus menggelorakan Gerakan Sadar Koperasi bagi pembangunan ekonomi di Tulungagung," kata Syahri.

Sedangkan mengenai KUMKM, Syahri mengatakan, saat ini Tulungagung memiliki 51 ribu unit UMKM dengan omzet sebesar Rp 1,6 triliun.  Ke depan, pihaknya akan terus melakukan pemberdayaan dan pembinaan terhadap UMKM sesuai Nawacita, seperti program revitalisasi pasar tradisional, pengembangan pusat layanan usaha terpadu atau PLUT, hingga pelatiha kewirausahaan.

"Kita akan kembangkan potensi ekonomi Tulungagung, diantaranya kerajinan batu sungai yang sudah diekspor, marmer, tenun, batik, ikan hias, produk pertanian, dan sebagainya," demikian Syahri.[san/***]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya