Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pemerintah-Telegram Sebaiknya Duduk Bersama Cari Win-Win Solution

JUMAT, 21 JULI 2017 | 12:26 WIB | LAPORAN:

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Telegram sebaiknya duduk bersama dan mencari jalan keluar terbaik yang sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa mengorbankan kepentingan para pengguna Telegram di Indonesia.

"Win-win solution tidak semata untuk memenuhi kepentingan bisnis Telegram dan para pengguna layanannya di Indonesia, namun pada akhirnya juga untuk menjaga reputasi Indonesia dan memberikan kepastian hukum bagi para pelaku bisnis lainnya," terang koordinator Divisi Advokasi Perkumpulan Chief Information Officer Indonesia (iCIO Community), Dino Bramanto melalui siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (21/7).

Sebagaimana diberitakan, Kemenkominfo pada 14 Juli 2017, pekan lalu, memutuskan untuk memblokir layanan platform media sosial Telegram, khususnya yang berbasis web dan kemungkinan diperluas akan melanjutkannya pada layanan berbasis aplikasi jika tidak mematuhi aturan yang ditetapkan Pemerintah RI terkait penyebarluasan konten terkait terorisme.


Telegram sendiri merupakan platform messaging yang menyediakan layanan chatting gratis yang menjamin kerahasiaan dan keamanan terbaik sehingga ‘hampir’ tidak mungkin diretas oleh pihak ketiga.

Selain itu layanan Telegram juga menawarkan fitur-fitur yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan komunikasi baik rahasia maupun terbuka.

Koordinator advokasi iCIO Community yang lain, Jean Reksodiputro menambahkan, semua pelaku bisnis tanpa terkecuali, harus memenuhi peraturan dan regulasi yang berlaku di Indonesia. Namun saat ini, internet memang menghadirkan tantangan bagi pemerintahan diberbagai negara karena memungkinkan pelaku bisnis dapat menghadirkan layanan tanpa harus hadir secara fisik di wilayah atau negara tertentu.

"Komunikasi yang baik antara pemerintah selaku regulator dan pelaku industri teknologi informasi dan komunikasi baik yang telah beroperasi di wilayah hukum negara kita atau pun belum memang harus terus ditingkatkan ke depan untuk meminimalkan berbagai efek negatif maupun merugikan dari perkembangan teknologi dan kasus seperti Telegram ini tidak terulang kembali," kata Jean.

Chairman iCIO Community, Agus Wicaksono menekankan bahwa upaya menangkal propaganda negatif dan destruktif yang terjadi di media sosial mesti didukung sepenuhnya. Apalagi lanjut Agus, ekonomi digital saat ini telah terbukti menjadi driver pertumbuhan perekonomian di Indonesia.

"iCIO Community siap menjadi mitra diskusi bagi para pelaku bisnis maupun Pemerintah Republik Indonesia untuk mengoptimalkan manfaat dari perkembangan teknologi digital bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Agus.

Dengan lebih dari 200 anggota yang merupakan para eksekutif di bidang teknologi informasi dan komunikasi dari berbagai perusahaan dengan latar belakang industri yang berbeda-beda, menurut Agus, para anggota iCIO dapat menjadi sumber referensi yang bermanfaat tidak hanya bagi pelaku bisnis yang baru berencana menggarap pasar di Indonesia, tetapi dapat menjadi masukan yang berharga pada pemerintah selaku regulator dalam membuat aturan di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang pro bisnis dan investasi.[wid]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya