Berita

Dadang Merdesa/Dok

Publika

Analisa Politik Ngawur Gestur Jokowi

JUMAT, 21 JULI 2017 | 11:36 WIB

SEPERTI kita ketahui bersama, dalam komunikasi politik, ketika memberi pesan kepada publik dari seorang pejabat, dimana pesannya yg beraroma sensitif politis.

Biasanya disampaikan melalui tindakan yang tidak berhubungan langsung dengan apa yang ingin disampaikan.

Suatu contoh adalah ketika tiba-tiba Presiden Jokowi melalui seorang menterinya memberi semacam dana untuk pemberdayaan ekonomi pada Ormas besar NU, sejumlah 1,5 triliun rupiah. Yang seharusnya juga Jokowi memberi dana kepada semua ormas keagamaan sekecil apapun.


Kenapa Jokowi memberi bantuan hanya kepada ormas Khilafah NU, sebab ormas dengan jumlah yang sangat besar, sekitar 45 juta plus Harry Tanoe Sudibyo. Yang sebelumnya, GNPFUI diundang ke istana oleh Jokowi.

Kemudian tiba-tiba Setya Novanto dijadikan tersangka oleh KPK. Padahal Setnov sebagai ketua Partai Golkar, jauh-jauh hari telah mengusung Jokowi sebagai Capres RI pada tahun 2019.

Lalu ada isyarat Kapolri Tito, ada rencana untuk pensiun dini. Hal ini disinyalir ada pertentangan di tubuh kepolisian,  kemungkinan pergesekan antar rivalitas di petinggi Polri. Padahal Jendral Tito, dikenal sebagai polisi yang cemerlang dalam konteks pemberdayaan civil society.

Juga kekalahan Ahok, menjadikan berubahnya gestur politik Jokowi, karena ketika sebagai pasangan gubernur - wagub DKI Jakarta, otomatis sangat berhubungan dekat dengan masalah kebijakan dalam anggaran pembangunan di Jakarta, yang dengan sendirinya berkoneksitas dengan aspek politis.

Dari uraian di atas, kemungkinan Jokowi telah mengibarkan kain handuk putih, tanda menyerah, hanya bersedia untuk berkuasa sampai tahun 2019.

Untuk itu Jokowi tidak akan mencalonkan lagi di Pilpres RI 2019, yang produk Amandemen UUD2002. Karena untuk menjadi Presiden membutuhkan dana puluhan triliun rupiah, begitu juga gubernur, bupati dan walikota. Bahkan untuk jadi anggota DPR, DPRD-I dan DPRD-II juga butuh dana besar.

Dan biasanya untuk memperoleh dana, dipastikan ada BANDARnya, siapa yang menjadi bandar, sudah menjadi bukan rahasia umum lagi yaitu pengusaha. Dari sinilah Para Taipan semakin kaya raya, di mana satu orang pengusaha yang kejayaannya sebanding 80 juta jiwa rakyat Indonesia...

Maka kesimpulannya Jokowi hanya ingin katakan: " Aku ora pateken dadi presiden meneh, wis to..NU karo Jaringan 212 bela aku untuk tuntaskan masa jabatan aku sampai selesai..."

Dengan demikian, Mas Jokowi kembali menjadi pengusaha mebel yang lumayan sukses. Seperti halnya Pak Harto lengser dari jabatan sebagai presiden, untuk kembali menjadi peternak sapi yang juga lumayan sukses, tentunyaaahh...[***]


Dadang Merdesa

@PelukisMerdeksa


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya