Berita

Robert Kardinal/Net

Politik

Golkar Pastikan PKB Solid Saat Paripurna RUU Pemilu

KAMIS, 20 JULI 2017 | 12:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Koalisi partai-partai pendukung pemerintah nampaknya semakin solid menjelang voting RUU Pemilu dalam Sidang Paripurna DPR, siang ini, Kamis (20/7).

Dalam voting nanti, tidak hanya Fraksi Partai Golkar, PDIP, Nasdem, Hanura, dan PPP yang akan memilih paket A, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang semula memilih paket D sebagai jalan tengah diyakini sudah merapatkan barisan untuk memilih paket A.

Kepastian itu sebagaimana diungkapkan Ketua Fraksi Partai Golkar, Robert Kardinal saat ditemui di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.


"Kemarin kita sudah rapat enam fraksi, dengan PKB. Sementara minus PAN, mungkin kemarin masih berhalangan," jelasnya.

Adapun dalam pandangan mini fraksi di rapat kerja bersama pemerintah, Fraksi Partai Golkar dengan beberapa fraksi koalisi pemerintah lainnya, PDIP, Nasdem, Hanura, dan PPP memilih paket A dengan rincian Presidential Threshold 20-25 persen, Parlementary Threshold 4 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-10, metode konvensi suara saint lague murni.

PKB memilih paket D, yakni Presidential Threshold 10/15 persen, Parlementary Threshold 5 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-8, metode konvensi suara saint lague murni.

Sementara Fraksi Gerindra, PKS, dan PAN memilih Paket B, yakni Presidential Threshold 0 persen, Parlementary Threshold 4 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-10, metode konvensi suara kuota hare.

Terkait dengan perubahan sikap Fraksi PKB itu, Robert memastikan bahwa tidak ada negosiasi apapun yang mereka lakukan dengan partai yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar itu.

"Tidak ada nego apa-apa, kan dari awal koalisi pemerintah kan udah dukung pemerintah, masa lobi lagi," tegasnya,  sembari mengungkap bahwa dalam pertemuan kemarin, PKB diwakili Ketua F-PKB, Ida Fauziah dan Sekretaris F-PKB Cucun Ahmad Syamsurijal. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya