Berita

Putin dan Trump/Net

Global

Bahasan Trump-Putin Di Pertemuan Informal Makan Malam G20 Masih Misteri

RABU, 19 JULI 2017 | 20:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin rupanya menggelar pertemuan kedua yang sebelumnya tidak diungkapkan pada pertemuan puncak G20 di Jerman awal Juli kemarin,

Hal itu dikonfirmasi oleh Gedung Putih pekan ini.

Menurut keterangan pejabat Gedung Putih malam itu, Trump dan Putin bertemu lagi secara informal dalam jamuan makan malam.


Pengakuan itu dikeluarkan Gedung Putih setelah diumumkan secara terbuka oleh Ian Bremmer, presiden firma konsultan Eurasia Group.

Bremmer mengatakan bahwa ada makan malam malam untuk kepala negara G20, meski tidak semuanya hadir.

"Ada banyak kursi kosong," lanjutnya.

"Donald Trump bangkit dari meja dan duduk dengan Putin sekitar satu jam," jelasnya.
 
Bremmer menambahkan bahwa dirinya tidak mengetahui apa yang didiskusikan kedua pemimpin.

Ia juga menjelaskan bahwa pada saat itu, Trump tidak bersama dengan penerjemahnya sendiri, hal itu dianggap melanggar protokol keamanan nasional.

Namun Gedung Putih kemudian mengatakan bahwa penerjemah yang mendampingi Trump berbicara bahasa Jepang, bukan Rusia, dan itulah sebabnya Trump dan Putin berbicara melalui penerjemah Rusia.

"Sangat jelas bahwa hubungan terbaik Trump di G20 adalah dengan Putin. Sekutu AS terkejut, bingung, berkecil hati. Ada Trump di ruangan itu bersama dengan semua sekutu, tapi justru ia menghabiskannya dengan siapa?" jelasnya.

Tidak ada catatan resmi pemerintah mengenai pertemuan tersebut dan sebelumnya tidak diungkapkan oleh Gedung Putih.

"Selama makan malam, semua pemimpin beredar di seluruh ruangan dan berbicara satu sama lain dengan bebas," kata seorang pejabat senior pemerintah dalam sebuah pernyataan pada Selasa malam (18/7).

"Tidak ada 'pertemuan kedua' antara Presiden Trump dan Presiden Putin , Hanya percakapan singkat di akhir makan malam," sambungnya seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya