Berita

Agus Perlihatkan Bukti/Net

Bisnis

Di Sidang KPPU, Saksi Jabarkan Praktik Monopoli AMDK

RABU, 19 JULI 2017 | 14:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sidang lanjutan mengenai dugaan monopoli perdagangan yang dilakukan oleh PT Balina Agung Perkasa sebagai distributor tunggal Aqua dan PT Tirta Investama yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) merek Aqua kembali digelar Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Selasa (18/7).

Sidang keempat perkara bernomor 22/KPPU-L/2016 menghadirkan saksi pedagang air minum dalam kemasan yang telah diintimidasi dan diturunkan statusnya dari star outlet (SO) menjadi whole seller (WS). Yatim Agus Prasetyo pemilik Toko Vanny yang beralamat di Jalan KH Ahmad Dahlan No 1 Karawang, Jawa Barat dihadirkan tim investigator KPPU

Dalam kesaksiannya, Agus mengaku telah menjual berbagai merek AMDK di toko miliknya dan Aqua menjadi produk yang paling besar dijual. Atas alasan itu juga, Agus mendapat status SO Aqua dari PT Balina Agung Perkasa sejak tahun 2006.


Pada tahun 2015, seiring dengan melesatnya penjualan Le Minerale, Agus juga mendapat status SO dari Le Minerale. Praktik monopoli kemudian muncul saat pejabat dari PT Tirta Investama dan PT Balina Agung Perkasa kerap mendatangi Agus karena menjual Le Minerale dengan jumlah yang juga besar.

Pada tahun 2016 Agus mendapat teguran dari pegawai dari PT Tirta Investama bernama Pramono. Pramono mengancam Agus untuk berhenti menjual Le Minerale jika masih mau menjual Aqua.

"Kalau masih mau jual Aqua, tolong jangan jual Le Minerale. Kalau tetap jual Le Minerale status akan diturunkan menjadi whole seller (WS)," ungkap Agus menirukan ancaman Pramono sebagaimana keterangan yang diterima redaksi, Rabu(19/7).

Agus mengacuhkan ancaman itu. Akibatnya, pada bulan Mei 2016 status SO milik Agus benar diturunkan menjadi WS.

"Status saya benar-benar diturunkan menjadi WS sejak Mei 2016, dampaknya jelas ada. Saya tidak bisa beli Aqua langsung tapi beli ke teman dengan harga lebih tinggi," tutur Agus.

Agus kemudian melengkapi ucapannya itu dengan memberikan bukti-bukti tentang ancaman tersebut kepada tim investigator KPPU. [ian]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya