Berita

Aplikasi Alpukat/Net

Mahasiswa UMK Berhasil Ciptakan Aplikasi Aplukat

RABU, 19 JULI 2017 | 11:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Lima mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) membuat Aplikasi Pengaduan Masyarakat (Alpukat). Aplikasi Aplukat dibuat khusus untuk pengaduan masyarakat terkait pungutan liar (pungli) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Lima mahasiswa itu tiga dari Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Fakultas Teknik, yaitu Arsya Yoga Pratama, Iman Ardhi Prabowo, dan Aditia Rasid. Sedang dua lainnya dari Prodi Ilmu Hukum, yakni Muflihatun Ni'mah dan Alifah Normassari.

Arsya Yoga Pratama menjelaskan, gagasan membuat aplikasi Alpukat terinspirasi dari banyaknya berita mengenai pungli di berbagai media massa, namun masyarakat sendiri tidak banyak yang tahu mau melaporkan ke mana atau ke siapa.


"Kajian untuk merancang aplikasi Alpukat ini mencapai satu bulan. Sementara proses membuat aplikasinya lebih kurang empat bulan lamanya," kata Arsya dalam keterangan Humas UMK, Rabu (19/7).

Dalam proses membuat aplikasi, kendala utama yang dihadapi kesulitan mengenai perangkat komputer.

"Untuk membuat aplikasi berbasis android, cukup kesulitas, karena perlu komputer dengan spesifikasi tinggi. Beruntung kami dapat pinjaman komputer dalam salah satu teman kuliah," ujar Iman Ardhi Prabowo menimpali.

Agar aplikasi ini bermanfaat, setelah final akan diserahkan ke pihak pihak kantor Pemerintah Kabupaten Kudus, yang berwenang menerima laporan pengaduan dari masyarakat terkait pungli yang terjadi.

"Laporan melalui Alpukat ini bisa disertai dengan gambar, audio maupun video sebagai bukti pelaporan pungli. Aplikasi ini dilengkapi Global Positioning System (GPS), untuk mengetahui posisi atau lokasi pungli secara akurat," paparnya.

"Pelapor tidak perlu khawatir identitasnya diketahui orang lain, karena hanya pelapor dan admin saja yang mengetahui identitas pelapor," lanjut Imam yang dalam pembuatan aplikasi mereka dibimbing oleh Andy Prasetyo Utomo. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya