Berita

Foto/Net

Bisnis

Upaya Potong Rp 1.000 Jadi Rp 1 Dimulai Lagi

RABU, 19 JULI 2017 | 10:12 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah dan Bank In­donesia (BI) kembali mendorong pembahasan Rancangan Undang-Undang Redenominasi. Untuk diketahui, redenominasi merupakan penyederhanaan rupiah, pemisahan tiga nol dari rupiah. Misalnya, Rp 1.000 menjadi Rp 1.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, pihaknya akan mengusulkan pembahasan RUU Redenominasi agar masuk da­lam program legislasi nasional (Prolegnas).

"Kami akan sampaikan agar dimasukkan dalam Baleg (Badan Legislasi)," kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, ke­marin.


Ani-panggilan akrab Sri Mulyani menerangkan, pihaknya ingin regulasi tersebut segera dibahas karena merealisasikan redenominasi membutuhkan waktu sosialisasi yang lama. Selain itu, untuk menerapkannya harus menunggu waktu yang tepat. Perekonomian Indone­sia terjaga dengan baik, mulai dari sisi stabilitas neraca pem­bayaran, kebijakan fiskal dan moneter sehingga menimbulkan kepercayaan.

Gubernur BI Agus Martowardojo juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, pihaknya sudah menyampaikan kepada Komisi XI DPR agar kembali membahas RUU Rede­nominasi.

"Kami jelaskan bahwa RUU Redenominasi mata uang sudah pernah masuk Prolegnas Priori­tas 2013 kami ingin dimasukkan lagi tahun ini," kata Agus.

Menurutnya, jika bisa diba­has dan bisa disetujui tahun ini masih dibutuhkan waktu untuk proses selama kurang lebih 7 tahun. Dia menjelaskan, 2 tahun adalah masa untuk persiapan. Kemudian pada 2020-2024 adalah masa transisi. Kemudian ada tahap penerapan.

Agus menilai, secara substansi Komisi XI DPR memahami dan mendukung rencana tersebut.

Menurutnya, saat ini waktu yang baik untuk merealisasikan redenominasi karena perekono­mian sudah mulai membaik.

Dia menjelaskan, selama 2 tahun ini inflasi terjaga sesuai dengan target yang ditentukan BI. Pertumbuhan ekonomi juga membaik, karena pada kuartal II-2015 adalah titik balik per­tumbuhan ekonomi yakni dari 4,8 persen menjadi 5-5,4 persen. Selain itu, stabilitas nilai tukar terjaga. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya