Berita

Dunia

AS Akui Iran Patuhi Kesepakatan Nuklir

SELASA, 18 JULI 2017 | 16:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintahan Donald Trump mengakui bahwa Iran sudah mematuhi perjanjian nuklir yang dijalin dengan negara-negara kekuatan dunia.

Ini adalah kali kedua Trump menyebut hal demikian sejak ia menjabat Januari lalu. Padahal semasa kampanye 2016, Trump tak jarang menyebut bahwa kesepakatan yang dijalin dengan Iran tersebut adalah kesepakatan terburuk yang pernah ada.

Dikabarkan Reuters, pejabat pemerintahan Trump menjelaskan awal pekan ini bahwa kendati demikian, AS masih memperingatkan bahwa Iran masih harus tetap dijaga agar tetap mematuhi perjanjian.


Karena itulah pemeirntah Trump saat ini tengah mendalami sanksi ekonomi baru yang akan diterapkan ke Iran.

Pejabat senior pemerintah mengatakan Iran dinilai sejalan sesuai kesepakatan nuklir 2015 namun Trump dan Sekretaris Negara Rex Tillerson percaya bahwa Iran tetap menjadi salah satu ancaman paling berbahaya bagi kepentingan AS.

"Presiden dan sekretaris negara menilai bahwa kegiatan-kegiatan Iran ini sangat merusak maksud JCPOA, yang berkontribusi pada perdamaian dan keamanan regional dan internasional. Akibatnya, presiden, sekretaris negara dan seluruh administrasi menilai bahwa Iran tidak diragukan lagi gagal dalam semangat JCPOA, "kata pejabat tersebut seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya