Berita

Foto/Net

DPD Usulkan RUU Geologi Dan RUU EBT

SELASA, 18 JULI 2017 | 13:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Meningkatnya pertumbuhan penduduk bumi terutama di Indonesia mengakibatkan jumlah kebutuhan sumber daya untuk memenuhi kehidupan seperti food, water, energy (FWE) otomatis melonjak.

Untuk itu, Komite II DPD RI berinisiasi untuk mengusulkan dua RUU, yakni RUU Geologi dan RUU Energi Baru dan Terbarukan (EBT), dengan harapan terciptanya sumber daya terjamin dan berkelanjutan.

"RUU ini disusun berdasarkan aspirasi masyarakat dan perkembangan isu global yang semakin mengarah pada persoalan tata kelola sumber daya di masa depan," ucap Wakil Ketua Komite II DPD, Anna Latuconsina saat Kunjungan Kerja ke Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Selasa (18/7).


Menurutnya, selama ini Indonesia bergantung pada energi fosil sebagai sumber energi. Padahal energi fosil bukanlah sumber daya terbarukan, sehingga akan habis bila terus dieksploitasi.

"Meski pemerintah telah menargetkan EBT pada tahun 2025 meningkat menjadi 25 persen. Kenyataanya pada 2016 penggunan EBT masih 6,8 persen," ujar Anna.

Ia juga menilai sejauh ini belum ada payung hukum yang menjamin EBT di Indonesia.

"Belum terpenuhinya target bauran EBT ini karena belum adanya payung hukum," tegas senator asal Maluku itu.

Dalam bidang Geologi, sambungnya, peraturan saat ini hanya dilakukan semata-mata desakan kepentingan ekonomi. Bahkan, bersifat desakan kepentingan hukum untuk mengusahakan produk akibat proses geologi yang sifatnya tidak terbarukan.

"Namun bukan untuk kepentingan bidang yang memproduksinya yaitu geologi sebagai pembawa komoditi," jelas Anna.

Oleh karena itu, Komite II DPD berharap RUU Geologi dan RUU EBT dapat menjadi landasan awal peningkatan dan perbaikan tata kelola sumber daya. Sehingga tercipta pengelolaan sumber daya yang terjamin dan berkelanjutan.

"Tentunya pada acara ini kami bisa mendapatkan masukan. Apa saja yang perlu diperhatikan dan ditambah dalam penyusunan RUU ini," papar Anna.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur I Made Sukartha mengatakana EBT di Jatim sangat diperlukan. Apalagi, selama ini Jatim hanya mengandalkan energi fosil.

"Tentunya EBT khususnya di Jatim sangat diperlukan," lontarnya.

Made menjelaskan bahwa di Jatim sangat banyak industri-industri yang hanya mengandalkan energi fosil. Tentunya Jatim sangat menanti adanya EBT untuk memenuhi industri saat ini.

"Kami sangat menantikan adanya EBT di Jatim," ujarnya.

Terkait dengan geologi, lanjut dia, tidak memiliki kewenangan terhadap hal itu. Lantaran kawasan geologi berbatasan dengan wilayah atau provinsi lain.

"Kewenangan kami tidak ada. Namun masalahanya berada di provinsi. Kami hanya bisa mensosialisakan saja," Tutup Made. [rus/***]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya