Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

150 Ribu PNS Dipecat Pasca Kudeta Gagal Di Turki

MINGGU, 16 JULI 2017 | 12:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebanyak 7.400 pegawai negeri sipil (PNS) Turki dipecat saat perayaan setahun kudeta militer yang gagal, Sabtu (15/7) waktu setempat.

Angka ini menambah jumlah PNS yang dipecat Presiden Recep Tayyip Erdogan menjadi 150 ribu atas anggapan mendukung kudeta.

Sebagaimana dikutip Voanews, Minggu (16/7), langkah pemecatan merupakan cara dari pemerintah untuk membungkap para pengecam Erdogan.


Selain melakukan pemecatan PNS, Erdogan juga meresmikan "Martir Memorial" di Jembatan Bosporus, di Istanbul. Tujuannya untuk memperingati penentang usaha kudeta tersebut. Ini mengingat jembatan tersebut merupakan lokasi bentrokan antara warga sipil dan tank-tank militer saat kudeta.

Sementara itu, ribuan orang pendukung pemerintah menggelar pawai di Istanbul dan Ankara. Poster-poster besar dari pemerintah tentang momen pasukan oposisi menyerah dipasang di setiap sudut kota selama perayaan tersebut. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya