Berita

Foto/Net

Nusantara

PILKADA SERENTAK 2018

Parpol Diminta Tidak Loloskan PNS Yang Berpolitik

MINGGU, 16 JULI 2017 | 10:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menjelang Pilkada Serentak 2018 hampir seluruh partai politik membuka pendaftaran calon. Tidak pelak proses seleksi pencalonan melalui internal parpol pun dinilai perlu mendapat perhatian dan masukan masyarakat luas.

Pandangan itu disampaikan Direktur Eksekutif Komunitas Untuk Penataan Kebijakan Publik (KomunaL) Hery Susanto dalam keterangan persnya, Minggu (16/7).

"Suara masyarakat hendaknya tidak hanya direspons secara kuantitatif saja melalui survei opini publik namun juga secara kualitatif, misal terkait track record bakal calon kepala daerahnya," kata Hery Susanto.


Banyaknya aparatur sipil negara (ASN) yang mendaftar dalam bursa pilkada pun tidak luput dari sorotan masyarakat. Oleh karena itu parpol diharap perlu teliti dan pahami peraturan perundang-undangan terkait ASN.

Menurut Hery Susanto langkah, pejabat PNS mendaftar bursa kepala daerah dengan menjadi anggota dan atau pengurus parpol merupakan tindakan indisipliner dan melanggar etika aparatur sipil negara.

Pihaknya berharap parpol tidak menerapkan standar ganda dan musti mendukung penegakan hukum sesuai UU ASN.

"Ini sekaligus merupakan uji komitmen ASN itu sendiri sebagai pelayan publik, jangan menduakan peran tupoksi sebagai ASN," tegas Hery Susanto.

Sanksi bagi ASN yang berpolitik praktis sudah diatur dalam PP Nomor 11/2017 tentang Badan Kepegawaian Negara, Pasal 250 poin c, PNS diberhentikan dengan tidak hormat apabila menjadi anggota dan atau pengurus parpol.

"Memasang baliho, spanduk dan alat peraga kampanye yang mencantumkan lambang parpol apa itu bukan kampanye politik? Apa yang bersangkutan sudah menjadi anggota atau pengurus parpol?" kata Hery Susanto.

KomunaL meminta agar parpol tidak meloloskan rekomendasi bagi ASN yang berpolitik praktis masuk dalam nominasi sebagai bakal calon kepala daerah. Jika dibiarkan maka akan terjadi pembodohan masyarakat dan parpol dinilai tidak mendukung penegakan peraturan perundang-undangan ASN.

"PNS kan musti melayani publik, mundur dulu sebagai ASN, bukan malah berpolitik praktis," tegasnya.

Sebelumnya, KomunaL telah melaporkan empat orang PNS aktif yang mendaftarkan diri dalam bursa kepala daerah di kabupaten dan kota Cirebon ke Kemen-PAN/RB.

Adapun keempat orang PNS aktif tersebut yaitu : Kalinga (staf ahli Bupati Cirebon) mendaftar pilkada melalui Partai Gerindra, Yayat Ruhyat (Sekda Pemkab Cirebon), Iis Krisnandar (Kadis Damkar Pemkab Cirebon) keduanya mendaftar melalui PDIP, Effendi Edo (Kasi Dishub Pemprop Jabar) mendaftar melalui Partai Golkar dalam bursa Pilwalkot Cirebon. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya