Berita

Reuters

Dunia

Korut Punya Lebih Banyak Material Nuklir Daripada Yang Diperkirakan?

SABTU, 15 JULI 2017 | 18:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

RMOL.  Think Tank Amerika Serikat memprediksi bahwa Korea Utara punya lebih banyak plutonium daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Bahan tersebut bisa digunakan untuk memperbesar persediaan senjata nuklirnya.

Analisis oleh 38 North, sebuah proyek pemantauan Korea Utara yang berbasis di Washington, didasarkan pada citra satelit laboratorium radiokimia di pabrik nuklir Yongbyon dari bulan September sampai akhir Juni, di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional mengenai program nuklir dan rudal Korea Utara.


Kelompok pemikir tersebut mengatakan bahwa gambar fasilitas pengayaan uranium di Yongbyon juga dapat mengindikasikan pengoperasian alat sentrifugal yang dapat digunakan untuk meningkatkan stok uranium yang diperkaya Korea Utara.

Gambar laboratorium radiokimia menunjukkan bahwa setidaknya ada dua siklus pemrosesan ulang yang sebelumnya tidak diketahui yang bertujuan untuk memproduksi sejumlah plutonium yang belum ditentukan.

Hal itu selanjutnya dapat meningkatkan cadangan senjata nuklir Korea Utara.

Tidak jelas apakah aktivitas termal yang terdeteksi di pabrik uranium adalah hasil operasi atau perawatan centrifuge. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya