Berita

Bisnis

Stabilitas Penting Untuk Percepat Pemerataan Ekonomi

SABTU, 15 JULI 2017 | 09:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Mau tak mau harus ada stabilitas politik dan keamanan sebagai bagian penting dalam upaya meningkatkan investasi, menumbuhkan daya saing masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan serta pemeratan ekonomi.

Demikian disampaikan anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, sat menjadi pembicara dalam acara Seminar Nasional dengan tema "Peran Industri Jasa Keuangan dalam mendukung Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara" di Medan, Sumatera Utara (Jumat, 15/7).

Dalam acara ini hadir anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Nelson Tampubolon; Direktur Bisnis Dan Komersil BRI Donsuwan Simatupang dan staff ahli Bidang Pengamanan Pasar Kementerian Perdagangan Sutrisno Edi; dan Wakil Ketua Umum KADIN Sumatera Utara Khairul.


Tentu saja, sambung Maruarar, stabilitas politik dan keamanan tidak boleh dijalankan dengan cara-cara yang otoriter. Stabilitas politik harus berbasis pada kinerja dan berbasis pada demokrasi sehingga Indonesia menjadi sehat.

Maruarar pun memuji pemerintahan Joko Widodo. Selain membangun infrastruktur, alam demokrasi di Indonesia tumbuh sehat. Contoh nyata, adalah bagaimana demonstrasi masih bisa dilaksanakan di depan Istana Negara. Di saat yang sama, stabilitas politik dan keamanan juga dijalankan dengan dukungkan penuh dari TNI dan Polri.

"Stabilitas politik dan keamanan ini penting untuk mempercepat pemerataan ekonomi dan kesejahteraan rakyat," kata Maruarar, di hadapan 200 peserta yang mencerminkan stakeholder dunia usaha dan perbankan.

Dalam kesempatan ini, Khairul mengatakan memang seringkali investasi melemah karena banyak persoalan stabilitas. Baik karena persoalan pekerja atau keributan dari pihak lain. Ia pun berharap tercipta hubungan ketenegakerjaan dengan investor yang konsdusif

"Investasi melemaha gara-gara ribut ini," ungkapnya.​ [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya