Berita

Foto/Net

Bisnis

Investor China Ditawarin Kawasan Industri Kaltara

Punya Modal & Teknologi
JUMAT, 14 JULI 2017 | 08:21 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menawarkan ka­wasan industri di Kalimantan Utara (Kaltara) kepada sejumlah investor China untuk perluasan usahanya. Upaya ini merupakan kelanjutan kerja sama bisnis Indonesia-China pada forum One Belt One Road (OBOR) beberapa waktu lalu.

"Para investor China telah menyatakan minatnya berin­vestasi di Indonesia. Mereka dari beberapa perusahaan yang bergerak di bidang energi ter­barukan terutama hydropower dan geothermal. Kemudian juga ada perusahaan konservasi atau penyediaan air, selain sek­tor manufaktur," kata Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Imam Haryono di Jakarta, kemarin.

Masuknya investasi China ke Indonesia dinilai akan mem­berikan dampak positif bagi per­ekonomian nasional khususnya sektor industri. "Kerja sama ini akan sama-sama menguntung­kan. Mereka punya teknologi, capital, dan network. Kita punya sumber daya alam, sumber daya manusia, lokasi, dan domestik market," papar Imam.


Menurut Imam, Kaltara mer­upakan wilayah pengembangan industri yang tertuang di dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) tahun 2015-2035. Area yang disebut Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan ini memiliki luas sekitar 10 ribu hektare dan berpotensi menjadi pusat pengembangan industri pengolahan mineral, kelapa sawit, kakao, dan peri­kanan.

"Kami menawarkan kesem­patan berinvestasi pada hydro power plant 7080 megawatt (MW). Selanjutnya ada indus­trial park seluas 4.000 hektare pada tahap pertama. Kemudian zona smelter alumina dan in­dustri aluminium seluas 100 Hektare. Yang terakhir, kawasan perumahan terintegrasi seluas 200 hektare," sebutnya.

Pembangunan kawasan terse­but diestimasi perlu membu­tuhkan investasi sebesar Rp 21 triliun, yang akan didukung dengan infrastruktur memadai seperti pelabuhan, jalan, dan jembatan. Selain itu, kawasan yang ditargetkan mampu me­nyerap tenaga kerja sebanyak 60 ribu orang ini rencananya dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 7080 MW di Kecamatan Long Peso, Kabupaten Bulungan dengan nilai investasi sekitar Rp 170 triliun.

Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kemenperin Har­janto mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara tujuan investasi bagi China. Apalagi, Indonesia termasuk 10 negara manufaktur terbesar dunia.

"Diharapkan, dengan terus meningkatnya investasi China di Indonesia, akan membawa efek positif bagi peningkatan daya saing industri dalam negeri," paparnya.

Beberapa investasi Tiongkok di Indonesia yang sudah berjalan antara lain PT Sulawesi Mining Investment yang bergerak pada bidang pertambangan nikel dengan kapasitas 300.00 ton per tahun dengan nilai invetasi sebesar 636 juta dolar AS di Mo­rowali Industrial Park, Sulawesi Tengah. PT Sulawesi Mining Investment merupakan smelter nikel pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Arc Furnace Rotary Kiln.

Selanjutnya, PT Virtue Dragon Nickel Industry yang bergerak di bidang pengolahan ferronikel di Konawe, Sulawesi Tenggara dengan nilai investasi sebesar 5 miliar dolar AS dengan kapasitas 600.000 ton per tahun. Ada juga, Anhui Conch Cement Company yang bergerak di bidang industri semen dengan total investasi sebesar 5,7 miliar dolar AS dan kapasitas produksi sebesar 20 juta ton per tahun. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya